8 Cara Mengatasi Pendarahan Pada Ibu Hamil Muda

No comment 73520 views

Hamil MudaPendarahan saat hamil muda – Usia muda pada kehamilan memang sangat perlu perhatian yang istimewa, karena pada masa usia hamil muda janin dalam kandungan masih sangat sensitif. Kalau masa hamil usia muda ini tidak dijaga dengan baik bisa menimbulkan hal yang tidak di inginkan bahkan sampai keguguran. Hal ini sering menjadi kekewatiran bagi semua ibu hamil usia muda.

Masa dimana lahirnya sang bayi akan tertunda hanya gara-gara kecerobohan kecelakaan atau kecerobohan sang ibu dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Hati-hati pun kadangpun masih bisa mengalami hal-hal yang tidak di inginkan, misalnya kecelakaan lalu berujung pada pendarahan.

Sebelum mengulas lebih jauh tentang pendarahan saat hamil muda, Anda harus mengenali beberapa jenis pendarahan pada ibu hamil muda berikut ini.

Contoh pendarahan saat hamil muda

1. Keguguran iminens
Keguguran iminens yaitu terjadinya pendarahan pada rahim yang terjadi saat tahap awal masa kehamilan dimana embrio masih utuh di dalam rahim. Pada tahapan ini biasanya pendarahan hanya sedikit namun disertai dengan perut mulas. Saat terjadi keguguran iminens ini ibu hamil harus memastikan apakah janin dalam kandungan masih bisa berkembang atau tidak. Cara yang bisa dilakukan dengan yaitu pemeriksaan USG secara berulang kali. Sebagian dari kasus keguguran iminens pada ibu hamil muda masih bisa dipertahankan.

2. Keguguran insipiens
Pendarahan ini terjadi pada usia kehamilan muda dimana biasanya embrio masih utuh di dalam rahim, namun sudah terjadi pembukaan dalam rahim sehingga menimbulkan pendarahan yang lebih banyak dan disertai dengan rasa mulas.

3. Keguguran inkomplit
Keguguran inkomplit merupakan pendarahan saat hamil muda, yang sudah terjadi pengeluaran hasil konsepsi. Namun, di dalam rahim masih ada sisa yang tertinggal. Pada umumnya pendarahan jenis inkomplit ini keluarnya sangat banyak sehingga bisa menimbulkan shock pada ibu hamil muda.

4. Keguguran komplitus
Contoh pendarahan saat hamil muda berikutnya yaitu komplitus, dimana pendarahan tahap ini adalah semua hasil konsepsi sudah keluar dari dalam rahim. Pendarahan biasanya berkurang menjadi lebih sedikit dan mulut rahim atau serviks telah menutup kembali. Ibu hamil muda yang mengalami pendarahan ini harus menjalani kuretase dengan tujuan untuk membersihkan sisa-sisa pendarahan yang masih ada di dalam rahim.

Sebuah penelitian menunjukan bahwa 20 hingga 30 % ibu hamil mengalami pendarahan dan sekitar 50% bisa jadi tanda guguran namun sisanya tidak mengalami keguguran. 50% dari pendarahan saat hamil yang terjadi pada ibu mengandung merupakan penyebab dari hal berikut ini :

5.Infeksi

Infeksi bisa mengakibatkan pendarahan saat hamil muda, sebagai contoh adalah adanya infeksi pada serviks, infeksi pada kemaluan dan infeksi yang terjadi karena penyakit menular pada kemaluan misalnya herpes.

6.Perubahan Serviks

Pendarahan ini karena adanya perubahan pada serviks yang terjadi karena pada masa kehamilan akan terjadi produksi darah yang lebih banyak. Darah dalam tubuh untuk memenuhi kebutuhan adanya calon janin ini mengalir keleher rahim dan bergesekan dengan serviks yang memicu adanya pendarahan. Jenis pendarahan ini tidak membahayakan baik bagi janin maupun sang ibu.

7. Terjadinya kehamilan di luar kandungan

Kehamilan di luar kandungan adalah ketika janin tumbuh dan berkembang di luar rahim. Kebanyakan kasus ini disebabkan oleh janin yang tumbuh pada tuba falopi. Namun terkadang bisa juga terjadi pada serviks atau ovarium. Namun tak usah khawatir, kemungkinan terjadinya kehamilan di luar kandungan ini adalah 1 dari 60 kehamilan.

8. Terjadinya hamil anggur

Meski langka, pendarahan saat masa hamil juga bisa disebabkan oleh hamil anggur. Hamil anggur terjadi ketika sel telur yang dibuahi tidak mengandung DNA, sehingga tidak bisa menjadi janin. Meski begitu, sel telur tersebut tetap menumbuhkan plasenta sehingga ibu menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

> Terjadinya pemisahan plasenta

Pendarahan pada vagina yang terjadi pada pertengahan kedua kehamilan juga bisa disebabkan oleh lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum atau ketika melahirkan. Biasanya ini terjadi pada 12 minggu terakhir kehamilan dan hanya dialami oleh satu persen wanita yang sedang hamil.

Sebenarnya pendarahan dapat terjadi kapan pun. Pendarahan ini yang sangat perlu diwaspadai oleh ibu hamil muda, jangan sampai hal-hal yang tidak di inginkan terjadi. Jika memang hal itu terjadi, berikut tips mengatasi pendarahan saat hamil muda.

  • Hindari melakukan aktifitas berat, karena dengan mengerjakan sesuatu yang berat dapat mengakibatkan pendarahan. Ibu hamil muda harus pintar-pintar memilah-milah aktifitas yang di lakukannya. Karena dengan melakukan aktifitas berat dapat berakibat fatal.
  • Bagi para ibu hamil muda yang mengalaminya posisikan diri anda berbaring dengan tenang, posisikan kaki lebih tinggi daripada badan supaya pendarahan dapat berkurang.
  • Berikan waktu cukup untuk mengistirahatkan tubuh anda sampai pendarahan itu dapat berkurang.
  • Apabila pendarahan itu tidak kunjung berakhir, segera bawa ke dokter kandungan anda dan konsultasikan hal ini, supaya mendapatkan solusi atas permasalahan pendarahan ini.

Sekarang anda sudah tahu kan, bagaimana tips atau cara mengatasi pendarahan pada ibu hamil muda, semoga para ibu yang hamil muda mendapatkan value dari artikel 4 Cara Mengatasi Pendarahan Pada Ibu Hamil Muda ini. Bagi wanita hamil muda, perhatikan kandungan anda sampai si jabang bayi dapat melihat dunia untuk pertama kalinya.

Dan bagi para suami, berikan perhatian kepada istri anda (ibu hamil muda) dengan sepenuhnya dan tetap siaga dengan segala kemungkinan yang terjadi. Bila terjadi pendarahan pada ibu hamil muda langkah pertama yang harus Anda lakukan yaitu beristirahat total, namun jika pendarahan masih saja berlanjut segera hubungi dokter kandungan dan konsultasikan gejala apa saja yang terjadi selama proses pendarahan. Baca juga : 4 Langkah Tepat Atasi Jerawatan pada Ibu Hamil Muda

author
No Response

Leave a reply "8 Cara Mengatasi Pendarahan Pada Ibu Hamil Muda"