Apa Sih Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil?

KatalogIbu – Pada masa kehamilan memang hampir semua wanita mengalami muntah pada trimester pertama. Kadang muntah –muntah setiap kali makan atau minum sangat menganggu aktifitas sehari –hari, bisa menurunkan berapat badan, sampai dehidrasi. Mungkinkah muntah termasuk gejala hiperemesis gravidarum? Istilah apa sih itu dan apa termasuk penyakit? Nah, semua akan diulas di bawah ini.

 

Menurut ilmu kedokteran, hiperemesis gravidarum adalah kondisi dimana ibu hamil mengalami mual dan muntah yang cukup parah. Kondisi ini bisa terjadi hingga minggu ke-20 atau bahkan sampai ibu hamil tua. Gejala yang disebutkan di paragraf sebelumnya, ternyata lebih parah dari morning sickness, karena frekuensi muntah bisa mencapai 10 – 30 kali dalam sehari. Kondisi ini membuat ibu hamil kekurangan nutrisi serta gangguan pencernaan.

 

Kondisi ini juga bisa menghilang dengan sendirinya, tapi tetap saja kalau tidak segera diatasi bisa menyebabkan gangguan pada ibu maupun janin. Oleh sebab itu, pahami tingkatan hyperemesis gravidarum, berikut yuk!

 

  1. Hiperemesis Gravidarum Tingkat 1

Pada tingkat 1, gejala paling ringan masuk dalam golongan ini. Kondisi ini juga disebabkan oleh beberapa faktor, yakni perubahan hormon esterogen dalam tubuh, pengingkatan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) yang diproduksi plasenta, obesitas, pertama kali hamil, mengandung anak kembar, dan mengandung anak perempuan. Berikut gejala yang sering terjadi pada tingkat 1 ini:

  • Badan terasa lemas dan lesu
  • Lidah menjadi kering
  • Sering muntah setiap kali makan
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Bobot badan turun secara perlahan
  • Mata tampak cekung
  • Volume urine berkurang
  • Mudah merasa haus

 

  1. Hiperemesis Gravidarum Tingkat 2

Untuk tingkatan ini, umumnya terjadi apabila gejalanya tak kunjung usai. Sedangkan penyebabnya hampir sama dengan tingkat 1, seperti perubahan hormone HCG, obesitas, genetik, hamil anggur, dan daya imun lemah. Berikut gejala yang umum terjadi pada tingkatan ini:

  • Muntah tak terkendali
  • Lidah kering dan tampak kotor
  • Bobot badan turun drastis
  • Dehidrasi
  • Urine mengandung bilirubin dan zat aseton
  • Nafas beraroma aseton
  • Wajah terlihat pucat
  • Konstipasi
  • Kenaikan suhu badan (demam)
  • Kulit tampak menguning
  • Tidak mampu berpikir jernih
  • Munurunnya kesadaran sementara
  • Hingga beresiko mengalami koma
  1. Hiperemesis Gravidarum Tingkat 3

Kondisi yang cukup parah terjadi pada tingkatan ini, sebab penderita mengalami gejala komplikasi yang membuat merasa tidak nyaman. Faktor penyebab dari tingkat 3 yaitu, adanya gangguan ginjal, gangguan pada proses oksidasi lemak, kenaikkan kadar HCG, kondisi morning sickness berlebihan. Gejala yang terjadi pada tingkat ini yaitu:

  • Gejala mual muncul dan menghilang
  • Muntah berhenti sementara
  • Dehidrasi berlebihan
  • Demam
  • Tekanan darah sistolik menurun
  • Urine mengandung zat keton
  • Gangguan pada mental
  • Mangalami sianosis
  • Gangguan pada organ jantung
  • Kehilangan kesadaran
  • Hingga berisiko koma

 

Meskipun hyperemesis gravidarum dapat menghilang dengan sendiri alangkah baiknya jika kita dapat mengobati dengan segara. Apabila ibu hamil positif mengidap kondisi ini, maka beberapa alternative pengobatan ini bisa dilakukan, antara lain pemberian obat steroid, pemberian vitamin untuk meningkatkan sistem imun, pemberian asupan kalium, hindari suara bising, pemberian infus, hinggan lakukan rawat inap jika kondisi pada tahap parah.

 

Nah, sudah tahu kan apa itu hipermesis gravidarum? Jadi, alangkah baiknya bagi semua ibu hamil wajib waspada dengan kondisi ini.

author
No Response

Leave a reply "Apa Sih Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil?"