Bunda, Waspadai Hipertensi Pada Kehamilan Sejak Dini

Hipertensi Pada Kehamilan

Hipertensi, adalah sebuah kondisi kesehatan dimana tekanan darah seseorang melonjak lebih tinggi dari tekanan normal, dan pada umumnya hal ini sering terjadi pada orang-orang dewasa yang akan menginjak masa menopause, walaupun akibat gaya hidup modern seperti saat ini, hipertensi dapat menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Hipertensi sudah pasti berpotensi menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan, seperti diabetes hingga stroke. Lalu apakah hipertensi pada kehamilan juga memiliki efek yang sama.

Sebenarnya, walaupun wajib untuk diwaspadai hipertensi pada kehamilan bukanlah hal yang perlu ditakuti terutama jika segera dilaksanakan proses pengobatan. Namun, apabila dibiarkan saja maka hipertensi yang Anda derita berpotensi menyebabkan berbagai macam gangguan kehamilan yang pada ujungnya dapat mengancam nyawa janin.  Baca juga: Ketahui Perkembangan Janin Usia 20 Minggu Yuk, Moms

Hipertensi pada ibu hamil terbagi atas dua kategori utama, yaitu hipertensi gestasional dan hipertensi kronis. Hipertensi gestasional pada umumnya terjadi pada ibu hamil yang menginjak usia kehamilan minggu ke-20 atau bulan ke-5. Cara untuk mendeteksi apakah Anda menderita gestasional dapat dilakukan melalui tes urine. Pada umumnya, ibu hamil yang terkena hipertensi gestasional tidak memiliki kandungan protein di dalam urine. Dan juga tidak adanya kerusakan organ-organ tubuh.

Sedangkan apabila Anda mengidap hipertensi jauh sebelum Anda hamil, atau sebelum Anda memasuki bulan ke-5 dari kehamilan, maka Anda mengidap hipertensi kronik. Sama seperti hipertensi gestasional, hipertensi jenis kronik ini tidak menimbulkan gejala sehingga pada umumnya banyak calon ibu yang tidak menyadari bahwa ia terkena hipertensi hingga ia hamil.

Kedua jenis hipertensi di atas apabila tidak segera diobati dapat berdampak serius terhadap kehamilan Anda. Hipertensi tersebut pada akhirnya akan mengakibatkan pre-eclampsia yaitu terjadinya penyempitan pembuluh darah sehingga mengakibatkan nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi Anda tidak tersalurkan dengan sempurna.

Dalam tahap ini, Anda akan mulai merasakan gejala-gejala seperti sakit kepala yang amat sangat, nyeri pada perut bagian atas di sebelah kanan, mual dan muntah, sesak napas, pandangan menjadi kabur, kadar trombosit menurun, hingga terganggunya fungsi organ hati. Kondisi tersebut kemudian dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih fatal, yaitu eclampsia.

Hipertensi tersebut pada akhirnya akan mengakibatkan penyempitan pembuluh darah sehingga janin tidak dapat memperoleh nutrisi yang ia butuhkan. Janin Anda tidak lagi dapat berkembang dengan baik dan ia pun terancam meninggal di dalam kandungan. Untuk menyelamatkan janin, dokter pada umumnya akan menyarankan untuk melakukan operasi caesar, sehingga pada akhirnya bayi Anda akan terlahir prematur.

Dan karena hipertensi sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan janin, memang sudah seharusnya kita semua lebih mewaspadai hipertensi pada kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Stay healthy, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Bunda, Waspadai Hipertensi Pada Kehamilan Sejak Dini"