Bunda, Yuk Ketahui Serba-Serbi Persalinan Prematur

 Serba-Serbi Persalinan Prematur

Semua ibu hamil sudah tentu mengharapkan kehamilan yang sehat serta  bayi yang dikandungnya terlahir dalam keadaan sehat dan terhindar dari berbagai komplikasi yang tidak diinginkan. Namun dalam beberapa kasus dimana terjadi komplikasi atau infeksi selama kehamilan sehingga mengakibatkan nyawa bayi terancam. Saat itu, ibu hamil tidak memiliki pilihan lain selain melahirkan bayi dalam keadaan prematur untuk menyelamatkan nyawanya. Dengan semakin digalakkannya edukasi tentang kehamilan yang sehat, jumlah bayi yang terlahir prematur sedikit lebih berkurang dari tahun ke tahun. Namun peristiwa tersebut pun masih cukup marak terjadi. Oleh karena itu, yuk ketahui serba-serbi persalinan prematur.

Persalinan prematur adalah persalinan yang terjadi saat janin baru berusia sekitar 32-37 minggu dari kehamilan normal yang mencapai usia 40 minggu. Mayoritas bayi yang terlahir prematur akan terancam mengalami berbagai macam masalah kesehatan hingga komplikasi. Hal tersebut disebabkan organ-organ vital dalam tubuhnya masih dalam tahap perkembangan dan jauh dari sempurna. Semakin awal bayi terlahir ke dunia, maka akan semakin kecil kemungkinannya untuk bertahan hidup.

Penyebab dari  terjadinya kelahiran prematur pun bermacam-macam. Namun pada umumnya, ibu hamil yang memiliki resiko besar mengalami persalinan prematur adalah ibu-ibu yang menderita penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dan anemia selama masa kehamilan. Pertumbuhan plasenta yang tidak sempurna, atau yang lebih akrab disebut dengan placenta previa juga menjadi faktor penyebab kelahiran prematur.  Baca juga: Inilah Tanda-Tanda Gerakan Bayi Menjelang Persalinan

Placenta previa merupakan suatu kondisi dimana plasenta tumbuh terlalu dekat dengan liang rahim. Ibu yang terdiagnosis placenta previa sangat disarankan untuk segera melakukan persalinan secara caesar. Hal tersebut dikarenakan placenta previa merupakan kondisi kesehatan yang dapat mengancam nyawa janin dan ibu hamil itu sendiri.

Gaya hidup yang kurang sehat juga turut berkontribusi dalam mengakibatkan bayi terlahir secara prematur. Gaya hidup tersebut antara lain, konsumsi alkohol, obat-obatan terlarang, dan mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak mencukupi nutrisinya untuk membantu tumbuh kembang janin. Selain itu kandungan tar dan nikotin dalam rokok dapat menghambat peredaran darah yang dapat berujung pada terjadinya pre-eklampsia.

Satu-satunya cara untuk mencegah kelahiran bayi prematur adalah dengan memperhatikan pola asupan makan serta gaya hidup Anda. Selain itu Anda juga perlu rajin untuk memonitor tekanan darah dan juga kondisi kandungan secara rutin untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Segera hubungi dokter jika Anda merasakan rasa sakit yang teramat sangat pada bagian punggung, serta kontraksi rahim yang terjadi secara teratur yang terjadi sebelum bulan atau tanggal persalinan tiba.

Semoga informasi singkat mengenai persalinan prematur ini bermanfaat bagi Anda, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Bunda, Yuk Ketahui Serba-Serbi Persalinan Prematur"