Depresi Saat Hamil? Mungkin Ini Penyebabnya

Katalogibu – Kehamilan seharusnya menjadi salah satu momen paling bahagia dalam hidup seorang wanita. Tapi bagi sebagian ibu hamil, masa-masa kehamilan adalah waktu yang membingungkan, menakutkan, penuh stress, dan bahkan depresi. Gangguan depresi saat hamil harus diwaspadai, pasalnya jika tidak ibu hamil akan mengalami banyak tekanan dan mengakibatkan stres.

Depresi saat hamil, dikenal juga sebagai depresi antenatal, mempengaruhi 10-15 persen wanita pada umumnya. Menurut data The American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sekitar 14-23 persen wanita berjuang dengan beberapa tanda dan gejala depresi selama kehamilan.

Jika hal di atas terjadi maka, keselamatan ibu dan janin akan terganggu bahkan berisiko melahirkan anak yang terkena skizofrenia (gangguan kejiwaan) karena kekurangan zat besi (Fe) saat kehamilan. Bahkan tak jarang calon ibu bisa sampai membunuh bayinya sendiri. Sekitar 10-20 persen wanita berusaha untuk melawan gejala depresi dan seperempat sampai setengahnya terkena depresi yang berat.

Sebanyak 33 persen ibu hamil menunjukkan gejala depresi dan gangguan kecemasan namun hanya 20 persen dari mereka yang mencari pertolongan. Kurang memadainya perawatan depresi pada ibu hamil akan berbahaya bagi sang ibu dan si jabang bayi dalam kandungan. Depresi adalah penyakit klinis yang bisa diobati dan dikelola. Mungkin akan sulit untuk mendiagnosis depresi selama kehamilan karena beberapa gejala depresi bisa tumpang tindih dengan gejala klasik kehamilan, seperti perubahan nafsu makan, tingkat energi, konsentrasi, atau pola tidur. Berikut tanda dan gejala depresi selama kehamilan:

  • Terjebak dalam mood depresif setiap waktu
  • Kesedihan tak kunjung usai
  • Rasa bersalah dan rasa tidak berharga
  • Tidak berenergi dan lemah lesu yang berkepanjangan
  • Konsentrasi yang buruk, atau kesulitan membuat keputusan
  • Merasa putus asa dan tidak memiliki motivasi
  • Mengalami sakit nyeri pada bagian kepala yang tak kunjung sembuh
  • Perubahan nafsu makan

Yang perlu diperhatikan, risiko bayi dalam janin dari ibu yang mengalami depresi atau kecemasan selama hamil, termasuk beratbayi yang terlahir rendah, kelahiran prematur (sebelum 37 minggu), skor APGAR rendah, dan gangguan pernapasan serta gelisah. Para peneliti menyimpulkan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu yang mengalami depresi selama kehamilan rata-rata 1,5 kali lebih rentan untuk mengalami depresi saat mereka usia 18 tahun.

Itulah informasi tentang depresi saat hamil, penting sekali untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran selama kehamilan. selain memperhatikan pola makan, perhatikan juga kestabilan emosi dan pikiran ya. Semoga bermanfaat.

author
No Response

Leave a reply "Depresi Saat Hamil? Mungkin Ini Penyebabnya"