Hati-hati! Infeksi Cytomegalovirus (CMV) pada Kehamilan

Infeksi Cytomegalovirus (CMV) pada KehamilanInfeksi Cytomegalovirus (CMV) pada Kehamilan – Sebelum membahas mengenai infeksi CMV atau yang lebih dikenal sebagai infeksi cytomegalovirus, ada baiknya kita pelajari tentang cytomegalovirus ini dulu, Moms. Well, sebenarnya cytomegalovirus masih merupakan jenis virus herpes. Virus yang satu ini paling sering ditularkan ke bayi selama masa kehamilan.

Menurut American Academy of Pediatrics, setidaknya sekitar 1 % bayi yang dilahirkan tertular infeksi ini, lho, Moms. Dan kebanyakan bayi yang tertular, tidak mengalami gangguan. Tetapi sebagian bayi dengan virus cytomegalovirus justru mendapatkan masalah kesehatan jangka panjang. Pada awal kelahiran, bisa jadi sang bayi tidak menunjukkan tanda apapun.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, setidaknya diperkirakan sekitar 1 dari 750 bayi dilahirkan dengan cacat bawaan karena virus cytomegalovirus. Nah, pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana risiko dari seorang bayi yang dilahirkan dari ibu yang sudah terinfeksi virus cytomegalovirus? Well, sebenarnya hal ini tergantung pada saat pertama kali Anda terinfeksi.

Setidaknya sebanyak 50 % wanita yang sudah memiliki antibodi terhadap CMV sebelum memasuki masa kehamilan, itu artinya mereka sebelumnya pernah terinfeksi virus tersebut, Moms. Dan karena infeksi dari virus ini tidak menunjukkan tanda maupun gejala apapun, kebanyakan wanita tidak mengetahui jika terkena infeksi cytomegalovirus (CMV) pada kehamilan.

Dan seperti virus herpes lainnya, CMV akan tetap aktif di dalam tubuh Anda setelah terjadi infeksi yang pertama, Moms. Virus ini bisa kembali aktif, jika sistem kekebalan tubuh Anda terganggu. Itulah alasan, kenapa virus cytomegalovirus dikenal sebagai infeksi virus yang berulang. Kabar baiknya adalah, risiko menularkan virus CMV ke bayi terbilang rendah.

Namun yang perlu lebih Anda perhatikan adalah, apabila Anda terinfeksi untuk yang pertama kalinya selama masa kehamilan, maka kemungkinan menularkan virus kepada bayi akan menjadi jauh lebih tinggi, lho, Moms. Setidaknya ada sekitar 1 hingga 4 % dari wanita yang sebelumnya tidak terinfeksi, terkena virus CMV pertama pada masa kehamilannya.

Di antara wanita hamil yang terkena infeksi cytomegalovirus, sekitar 30 –  50 % berisiko menularkan infeksi kepada bayinya selama di dalam kandungan. Dan dengan demikian risiko sang bayi mengalami gangguan kesehatan serius karena virus ini juga akan semakin tinggi, Moms. Kasus infeksi virus CMV pada bayi kebanyakan mengganggu pendengaran.

Tanda lainnya ketika bayi terkena virus cytomegalovirus pada masa kehamilan sang ibu adalah, adanya kelainan sistem saraf pusat, pertumbuhan terbatas, kepala kecil, pembesaran limpa dan hati, penyakit kuning dan ruam yang disebabkan adanya pendarahan di bawah lapisan kulit. Dan gangguan kesehatan semakin bertambah, hingga gangguan pendengaran, pengelihatan, dan lainnya.

Itulah tadi beberapa informasi tentang infeksi cytomegalovirus (CMV) pada kehamilan yang perlu Anda ketahui, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Hati-hati! Infeksi Cytomegalovirus (CMV) pada Kehamilan"