Ini Cara Membedakan Kontraksi Asli dengan Kontraksi Palsu

cara membedakan kontraksi asli dengan kontraksi palsuHari persalinan telah dekat dan tentunya Anda dan suami diliputi dengan perasaan bahagia. Sebentar lagi Anda akan dapat berjumpa dengan buah hati Anda, dan ia akan melengkapi kebahagiaan Anda dengan suami. Anda mulai merasakan kontraksi-kontraksi kecil yang terjadi selang beberapa menit atau jam. Akan tetapi, bagaimanakah cara membedakan kontraksi asli dengan kontraksi palsu?

Mengapa sangat penting bagi Anda untuk mengetahui cara membedakan kontraksi asli dan kontraksi palsu? Tentu saja hal tersebut bertujuan agar Anda tidak terkecoh dengan kontraksi-kontraksi palsu yang dapat menyebabkan proses menunggu waktu persalinan di rumah sakit menjadi lama dan membosankan.

Salah satu hal yang menjadi pembeda dari kontraksi asli dan kontraksi palsu adalah sensasi kontraksi yang Anda rasakan. Ketika Anda terkena kontraksi palsu, maka area tubuh yang terasa tegang adalah pada bagian depan perut atau pada panggul, selain itu rasa sakit yang Anda rasakan juga tidak berlebihan. Sensasi dari kontraksi palsu konon lebih menyerupai kram perut yang Anda rasakan selama masa menstruasi.  Baca juga: Moms, Intip Tips Sesaat Pasca Operasi Caesar

Sedangkan jika Anda mengalami kontraksi asli, maka Anda akan merasakan rasa sakit yang bertahap. Mula-mula rasa sakit tersebut tidak terlalu terasa walaupun seiring waktu Anda akan merasakan rasa sakit yang hebat pada bagian perut yang kemudian akan berpindah ke bagian punggung. Atau bisa juga kontraksi tersebut terjadi pada area punggung bagian bawah yang kemudian merambat ke perut Anda. Apabila frekuensi kontraksi tersebut terasa semakin sering yang disusul dengan pecahnya air ketuban maka itulah tanda anak Anda akan segera lahir.

Durasi dari kontraksi palsu pada umumnya berkisar antara kurang dari 30 detik hingga 120 detik. Sedangkan pada kontraksi asli, durasi terjadinya kontraksi tersebut berlangsung sekitar 30 hingga 70 detik. Sedangkan dari awal terjadinya kedua kontraksi tersebut, kedua kontraksi tersebut muncul di trimester ketiga. Hanya saja, kontraksi asli hanya akan terjadi ketika usia kehamilan Anda telah mencapai usia di atas 37 minggu. Sehingga apabila Anda merasakan gejala-gejala kontraksi asli sebelum 37 minggu, besar kemungkinan bayi Anda akan terlahir prematur.

Demikianlah cara membedakan kontraksi asli dengan kontraksi palsu. Kontraksi palsu merupakan peristiwa yang wajar terjadi pada Anda yang memasuki usia kehamilan trimester akhir, hal tersebut terjadi karena tubuh sedang mempersiapkan diri untuk membantu mendorong keluar bayi Anda. Anda dapat sedikit meringankan efek dari kontraksi palsu dengan memperbanyak istirahat atau dengan mandi air hangat.

author
No Response

Leave a reply "Ini Cara Membedakan Kontraksi Asli dengan Kontraksi Palsu"