Kenali Gejala Hamil Ektopik Dan Pencegahannya

janin

Hai ibu, apakah sudah merasakan adanya gejala hamil? Biasanya, gejala hamil biasanya ditandai dengan muntah dan mual, morning sickness serta keterlambatan menstruasi. Namun, perlu diwaspadai adanya gejala hamil ektopik. Yuk, simak gejala hamil ektopik.

Kehamilan yang normal dimulai pada saat sel telur telah dibuahi dan menempel pada dinding rahim ibu. Pada kehamilan ektopik, sel telur ini tidak melekat pada rahim. Namun, pada bagian tubuh lain seperti pada saluran telur, leher rahim, dan di dalam rongga perut atau indung telur (ovarium).

Kehamilan ektopik biasanya tidak bisa berlangsung secara normal. Jika tidak segera ditangani dapat membahayakan ibu. Pada kehamilan ektopik, pertumbuhan sel telur akan merusak struktur jaringan tempat melekat. Hal ini menyebabkan terjadinya pendarahan dan mengancam nyawa ibu.

Kehamilan ektopik bisa terjadi pada semua wanita. Kehamilan ektopik biasanya disebabkan oleh berbagai hal. Adanya infeksi pada saluran falopi (tuba falopi) paling sering menyebabkan hamil ektopik. Selain itu, kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan kehamilan ektopik. Namun, sampai sekarang belum ada faktor yang pasti penyebab kehamilan ini.

Meskipun belum diketahui penyebab pastinya, ibu dapat mengenali gejala hamil ektopik. Biasanya, gejala hamil ektopik bisa ditandai dengan hal-hal berikut ini:

  • Pendarahan vagina
  • Menstruasi yang terganggu
  • Nyeri yang tajam atau difus pada bagian abdomen
  • Nyeri pada satu bagian badan
  • Hipotensi (tekanan darah di bawah normal)
  • Perasaan penekanan pada rektum
  • Dapat juga bermanifestasi seperti kehamilan normal yaitu gejala mual, muntah, dan nyeri pinggang.

Diagnosis pada kehamilan ektopik dapat dilakukan dengan pemeriksaan palpasi pada rongga pelvis dan mengukur kadar hormon kehamilan HCG (Human Chorionic Gonadotopin) untuk memastikan kehamilan. Namun, pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG) jauh lebih baik.

Penyebab kehamilan ektopik yang belum diketahui secara pasti tentu mempersulit cara pencegahannya. Namun, beberapa langkah berikut ini bisa menjadi langkah untuk pencegahan dini.

  • Berhenti merokok
  • Menghindari berhubungan badan dengan banyak orang
  • Hindari kehamilan di usia lanjut
  • Konsultasi dengan dokter apabila memiliki riwayat hamil ektopik.

Nah, mengenali gejala hamil ektopik harus bisa menjadi patokan pertama mengenali kondisi kehamilan ibu sendiri. Pemeriksaan kehamilan secara teratur dapat meminimalisasi gejala hamil ektopik secara berlanjut. Tentunya, ibu senang kan jika kehamilan ibu baik-baik saja.

author
No Response

Leave a reply "Kenali Gejala Hamil Ektopik Dan Pencegahannya"