Wajib Kenali Jenis – Jenis Komplikasi pada Persalinan Berikut!

Wajib Kenali Jenis - Jenis Komplikasi pada Persalinan Berikut!

Komplikasi persalinan – Setelah kurang lebih sembilan bulan mengandung, proses yang selanjutnya harus dijalani ibu hamil yaitu persalinan. Pada saat persalinan ibu hamil memerlukan kemampuan baik tenaga ataupun pikiran demi kelancaran proses persalinan. Proses persalinan ini memang tidak mudah tapi banyak ibu hamil yang selamat dan lancar dalam menjalaninnya, namun tidak sedikit pula yang mengalami komplikasi kehamilan.

Proses persalinan biasanya terjadi selama 12 jam bahkan lebih terutama bagi ibu yang pertama kali melahirkan. Dan kasus komplikasi pada persalinan biasanya tidak terduga dan tidak dapat diprediksi sebelumnya. Berikut jenis – jenis komplikasi persalinan yang wajib dikenali oleh ibu hamil.

Jenis – jenis komplikasi persalinan

1. Ruptur Uteri
Secara sederhana ruptur uteri adalah robekan pada rahim atau rahim tidak utuh. Terdapat keadaan yang meningkatkan kejadian ruptur uteri, misalnya ibu yang mengalami operasi caesar pada kehamilan sebelumnya. Selain itu, kehamilan dengan janin yang terlalu besar, kehamilan dengan peregangan rahim yang berlebihan, seperti pada kehamilan kembar, dapat pula menyebabkan rahim sangat teregang dan menipis sehingga robek. Gejala yang sering muncul adalah nyeri yang sangat berat dan denyut jantung janin yang tidak normal.

2. Pendarahan masa nifas
Komplikasi nifas merupakan Perdarahan postpartum atau pendarahan pasca persalinan adalah perdarahan dengan jumlah lebih dari 500 ml setelah bayi lahir. Ada dua jenis menurut waktunya, yaitu perdarahan dalam 24 jam pertama setelah melahirkan dan perdarahan nifas.

Penyebab tersering adalah atoni uteri, yakni otot rahim tidak berkontraksi sebagaimana mestinya segera setelah bayi lahir. Normalnya, setelah bayi dan plasenta lahir otot-otot rahim akan berkontraksi sehingga pembuluh darah akan menutup dan perdarahan akan berhenti. Namun, terjadi atoni uteri, rahim tidak dapat berkontraksi dengan baik, sehingga pembuluh darah tetap terbuka. Dengan demikian terjadilah perdarahan postpartum

3. Hambatan persalinan (failure progress)
Ini biasanya terjadi pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Kondisi ini terjadi karena perut ibu belum terkondisi untuk melahirkan, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk merespon hormon pemicu kontraksi.

Tindakan yang akan dokter lakukan adalah pemberian hormon pemicu kontraksi, oksitosin, guna membantu rahim lebih berkontraksi.

4. Sungsang
Idealnya, kepala bayi ada di posisi bawah setelah berusia 37 minggu; menghadap ke arah mana ia siap dilahirkan.Sungsang bisa terjadi karena beberapa hal di antaranya sempitnya panggul ibu, air ketuban yang berlebih, bentuk rahim ibu yang lonjong di bagian atas, hidrosephalus, serta adanya adanya kejadian plasenta previa.

5. Trauma Perineum
Parineum adalah otot, kulit, dan jaringan yang ada diantara kelamin dan anus. Trauma perineum adalah luka pada perineum sering terjadi saat proses persalinan. Hal ini karena desakan kepala atau bagian tubuh janin secara tiba-tiba, sehingga kulit dan jaringan perineum robek.

Itulah beberapa jenis Komplikasi persalinan yang harus Anda kenali. Hal ini memang berhaya namun jika mendapatkan penangan yang tepat oleh dokter maka persalinan akan lancar. Baca juga : Waspada Resiko Cacar Air pada Ibu Hamil

author
No Response

Leave a reply "Wajib Kenali Jenis – Jenis Komplikasi pada Persalinan Berikut!"