Wanita Hamil Anemia, Apa Dampaknya?

No comment 767 views

wanita hamil

Bu, apakah pagi ini sudah sarapan? Bicara soal makan, biasanya wanita hamil akan cepat lapar lantaran sari makanan tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk janin. Untuk itu, jangan lupa untuk selalu menyediakan camilan sehat sebagai bekal dalam bepergian maupun saat kerja. Pastikan makanan tersebut mengandung banyak zat besi yang berguna untuk membantu produksi darah dalam tubuh.

Darah memiliki peranan penting karena berguna mengedarkan sari makanan dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Jika produksi darah merah dalam tubuh menurun, maka dapat meningkatkan risiko terjangkit anemia. Meski sebelum hamil Anda sering anemia, tetapi dalam kondisi mengandung begini jangan sampai menyepelekan segala penyakit lho! Yuk, ketahui dampak anemia yang dilansir dari ibudanbalita.com berikut ini:

  • Terjadinya kelahiran prematur atau berat badan kurang dari normal.
  • Cacat serius pada tulang belakang dan otak (neural tube defects).
  • Perkembangan janin terlambat sehingga tidak bisa berkembang dengan baik.
  • Bayi lahir dengan jumlah erosit di bawah rata-rata.
  • Peningkatan risiko kematian bayi saat persalinan makin tinggi.

Tentu saja sebagai seorang wanita hamil, harus mewaspadai banyak hal agar tidak terjadi hal tersebut. Lantas, bagaimana gejala anemia saat hamil?

  • Warna kulit, bibir, dan kuku berubah menjadi kebiruan atau pucat.
  • Tubuh cepat lelah dan lemas meskipun hanya beraktivitas ringan.
  • Intensitas pusing meningkat dan datang secara tiba-tiba.
  • Sering merasakan sesak napas dan detak jantung berdetak cepat.
  • Susah untuk berkonsentrasi meski sudah banyak istirahat.
  • Mengalami morning sickness parah dibandingkan dengan ibu hamil lainnya.

Sebenarnya, anemia ibu hamil tidak hanya disebabkan oleh kekuarangan zat besi saja, tetapi asupan vitamin B12 dan asam folat juga memicu gejala ini. Lalu, bagaimana cara mencegah anemia saat hamil? Yuk, simak informasi penting berikut ini:

  • Memperbanyak konsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging, kacang, kurma, dan kentang yang tidak dikupas kulitnya.
  • Mengonsumsi makanan kaya vitamin C seperti jeruk, tomat, stoberi, dan buah kiwi.
  • Olahraga teratur dan istirahat yang cukup.

Jika sudah  merasakan gejala anemia, segeralah untuk melakukan tes hemoglobin dan tes hematokrit untuk mengukur persentase hemoglobin dan sel darah merah dalam darah. Hal ini baik agar Anda segera mendapatkan pertolongan jika wanita hamil benar menderita anemia. Jangan sesekali minum obat semabarangan tanpa resep dokter karena bisa menimbulkan efek negatif pada janin. Lakukan banyak kegiatan positif selama hamil, ya!

 

 

author
No Response

Leave a reply "Wanita Hamil Anemia, Apa Dampaknya?"