Waspadai Bahaya dan Resiko Kehamilan di Usia Remaja

pregnancy-sys

Jika Bunda belajar tentang sejarah para wanita di dunia, Anda akan mengetahui bahwa perempuan zaman dahulu banyak yang terpaksa menikah dan memiliki anak di usia yang masih sangat muda. Dan ironisnya, hal tersebut masih terus terjadi dengan kasus dimana perempuan remaja di usia 14-15 tahun sudah menjadi ibu hamil. Padahal remaja adalah tahap transisi dimana anak sedang mengalami perubahan fisik dan mental menjadi orang dewasa, dan tentu saja kondisi mental mereka pun masih sangat labil. Tak hanya mereka belum siap menjadi seorang ibu secara mental, kehamilan yang terjadi di usia remaja juga dapat menimbulkan resiko yang berbahaya terhadap ibu dan anak. Apa sajakah bahaya dan resiko kehamilan di usia remaja?

 
• Keguguran
Peristiwa matinya janin dan pendarahan parah atau keguguran adalah salah satu daribahaya dan resiko kehamilan di usia remaja. Di usia remajanya, seorang perempuan baru saja memasuki masa dimana organ reproduksinya mulai berfungsi. Otot-otot rahim yang dimilikinya juga masih belum terlalu kuat untuk menampung beban bayi yang berkembang di dalamnya.

Akibatnya, janin yang belum berkembang sempurna tersebut akan didorong keluar dari tubuh ibu hamil. Sang remaja juga akan terekspos dengan resiko mengalami pendarahan akut yang dapat berujung pada kematian.

 
• Bayi Terlahir Prematur
Resiko lain yang dihadapi oleh ibu yang hamil di usia muda adalah, kelahiran bayi dalam keadaan prematur. Kelahiran prematur tersebut tidak hanya disebabkan oleh rahim yang masih lemah dan belum berkembang sempurna, tapi juga bisa disebabkan oleh faktor nutrisi makanan yang dimakan oleh ibu hamil.

Anak remaja tentu saja belum memiliki kesadaran untuk menjaga kehamilan mereka. Mereka masih suka bereksplorasi dengan mencicipi berbagai macam makanan, dan banyak di antaranya adalah makanan cepat saji dan junk food. Kurangnya nutrisi yang diserap oleh bayi dapat mengakibatkan bayi tidak dapat berkembang dengan optimal dan terlahir jauh sebelum waktunya tiba.

 
• Bayi Terlahir Cacat
Ibu yang hamil di usia muda juga beresiko melahirkan bayi dengan kondisi cacat. Alasannya adalah karena sel telur yang dihasilkan oleh indung telur belum sempurna, sehingga seringkali hal tersebut memicu terjadinya kelainan kromosom saat bayi terbentuk. Kelainan kromosom tersebut dapat mengakibatkan perkembangan bayi menjadi tidak sempurna, sehingga jika pun bayi lahir ke dunia, maka seringkali ia akan terlahir dalam keadaan prematur atau terkena kelainan bawaan.

 
Nah, setelah mengetahui bahaya dan resiko kehamilan di usia remaja, sudah sewajarnya kita turut serta dalam meningkatkan awareness akan bahaya hamil di usia muda.

author
No Response

Leave a reply "Waspadai Bahaya dan Resiko Kehamilan di Usia Remaja"