5 Tips Penting Sebelum Anak Diimunisasi

ImunisasiImunisasi – Semua orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Bila Anda mampu melindungi anak dari segala bahaya, akankah Anda melakukannya? Pasti. Termasuk juga,melindungi anak dari penyakit yang berpotensi berat dan mengancam jiwa. Bila seorang anak mendapat imunisasi, maka 80-95% akan terhindar dari penyakit infeksi yang ganas.

Semakin banyak bayi dan anak yang mendapat imunisasi, maka penyebaran penyakit pun akan semakin sedikit dan rantai penularan terputus dari anak ke anak lain atau ke orang dewasa yang tinggal bersamanya. Ini memberikan keuntungan sosial, karena 5-20% anak yang tidak diimunisasi juga akan terlindungi (disebut herd immunity atau kekebalan komunitas).

Berikut ini adalah Tips Anak Sebelum Mendapatkan Imunisasi.

  • Anak Anda harus dalam kondisi sehat. Tidak batuk-pilek, mencret atau rewel karena tidak nyaman.
  • Lakukan di tempat yang Anda merasa yakin pada petugas yang melakukan Imunisasi. Selalu tanyakan pada petugas soal efek samping dari vaksin yang diberikan. Kalau perlu, minta nomor kontak DSA untuk keadaan darurat.
  • Bila dilakukan di Rumah Sakit, sebaiknya cari tempat tunggu yang berbeda dengan bayi atau anak-anak yang sakit. Hal ini untuk mengurangi risiko tertular penyakit saat Imunisasi.
  • Yakinkan bahwa obat-obatan yang dipakai masih dalam keadaan baik. Jangan malu atau segan mempertanyakan cara penyimpanan dan batas kadaluarsanya. Juga perhatikan apakah obat dipakai masih baru dibuka atau sudah sisa dari imunisasi hari-hari sebelumnya.
  • Selama seminggu setelah imunisasi, anda siap tetap waspada dengan berbagai gejala efek samping yang telah dijelaskan oleh petugas. Bila keluhan tidak teratasi, segera ke gawat darurat rumah sakit terdekat/ yang disarankan dokter yang menjadi pengawas imunisasi tersebut.

Untuk meningkatkan imunogenitas (kekuatan yang dapat menimbulkan kekebalan) vaksin perlu diberi zat tambahan, yang dinamakan adjuvan. Misalnya, vaksin tetanus toxoid sering berisi garam alumunium. Garam ini akan berinteraksi dengan toxoid secara ionik sehingga dapat menstimulasi respon imun. Toxin pertusis dapat menjadi adjuvan dari toxoid tetanus dan toxoid difteri, sehingga dapat dikombinasikan menjadi vaksin DPT.

No Response

Leave a reply "5 Tips Penting Sebelum Anak Diimunisasi"