Apa Manfaat (dan Resiko) Anak Laki-Laki Disunat Sejak Bayi?

Khitan, sirkumsisi, atau yang paling dikenal dengan istilah sunat adalah prosesi operasi kecil, yang mana operasi tersebut bertujuan untuk membuang kulit bagian penutup penis atau yang disebut dengan kulup. Proses operasi itu sendiri sering dilakukan sebagai simbol dari pengamalan tradisi atau perintah agama. Kebanyakan anak laki-laki baru menjalani prosesi sunat ketika ia duduk di bangku Sekolah Dasar. Tapi juga tidak jarang ada beberapa orangtua yang mengkhitan anaknya sejak bayi. Tapi sebenarnya adakah manfaat dari anak laki-laki disunat sejak bayi? Dan juga resiko macam apa yang harus diantisipasi?

Manfaat Sunat Anak Laki-Laki Sejak Bayi

Pertama-tama kita kupas dulu yuk manfaat dari anak laki-laki disunat sejak bayi. Manfaat pertama dari sunat adalah meminimalisir terjadinya phimosis. Phimosis adalah gejala infeksi yang terjadi pada bagian kulup yang tidak dapat ditarik ke atas sehingga mengakibatkan penyumbatan. Infeksi tersebut dapat mengakibatkan pembengkakan yang terjadi saat buang air kecil. Dan ketika anak memasuki masa remaja dan usia dewasa, terjadinya phimosis ini dapat mengakibatkan rasa sakit saat ereksi.

Ada anggapan bahwa seseorang yang sudah disunat akan mengalami penurunan resiko terinfeksi virus HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Tak hanya itu, resiko mereka terkena Infeksi Saluran Kemih dan kanker penis pun diklaim lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak disunat.

Resiko Sunat Anak Laki-Laki Sejak Bayi

Prosedur sunat memang bisa dikatkaan termasuk prosedur operasi kecil. Tapi operasi tetaplah operasi, sehingga bahkan khitan pun memiliki resiko tersendiri. Jika dilakukan dengan tidak hati-hati maka dapat mengakibatkan sejumlah komplikasi, not to mention jika sunat dilakukan pada anak yang masih bayi yang masih memiliki kesehatan yang rentan.

Resiko yang pertama adalah terjadinya cedera pada bagian penis anak. Komplikasi yang berujung pada fistula uretral, nekrosis penis, hingga amputasi sebagian. Anak Anda juga berisiko besar terkena peradangan pada bagian bukaan penis (meatitis), serta gangguan lain yang berhubungan dengan kandung kemih. Contohnya seperti meatal stenosis.

Selain itu, jika pemotongan kulit kulup terlalu banyak, ketika ia besar nanti anak Anda akan merasa nyeri setiap kali ia mengalami ereksi. Kebersihan alat kelamin bayi yang sudah disunat pun harus benar-benar dijaga, karena besar kemungkinan nantinya akan timbul pendarahan atau mungkin infeksi akibat gesekan dengan popok atau tercampur bakteri yang terdapat di dalam urine-nya.

Terserah Anda, apakah anak laki-laki disunat sejak bayi atau tidak. Jika Anda berencana untuk melakukannya, maka pastikan bahwa prosedur khitan dilakukan oleh tenaga profesional dengan prosedur yang tepat. Semoga informasi ini bermanfaat.

author
No Response

Leave a reply "Apa Manfaat (dan Resiko) Anak Laki-Laki Disunat Sejak Bayi?"