Bunda, Yuk Ketahui Diabetes Mellitus pada Bayi dan Gejalanya

Diabetes Mellitus pada Bayi

Diabetes, atau kencing manis adalah penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula di dalam darah. Lonjakan gula darah tersebut adalah sebagai akibat berantai dari ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi hormon insulin, atau hormon insulin yang diproduksi oleh tidak tubuh tidak sebanding dengan jumlah zat gula yang masuk ke dalam tubuh. Selama ini, orang-orang yang paling sering diwanti-wanti untuk berhati-hati terhadap diabetes adalah orang dengan rentang usia 25-70 tahun. Akan tetapi, ternyata bayi juga memiliki resiko besar terkena diabetes. Seperti apakah Diabetes Mellitus pada bayi?

Diabetes mellitus pada bayi termasuk ke dalam klasifikasi Diabetes Mellitus Tipe I. Penyebab pasti dari diabetes tipe ini sangat bermacam-macam, sehingga tidak diketahui pasti faktor-faktor penyebabnya. Pada bayi yang menderita diabetes, tubuh bayi mengalami kelainan dimana tubuh merusak sel-sel yang membuat hormon insulin. Akibatnya, tubuh mengalami defisiensi insulin, atau bahkan tidak diproduksinya insulin. Dengan menghilangnya hormon yang memecah dan mengolah kadar gula di dalam darah, maka kadar gula darah bayi dapat meroket sehingga jika tidak segera dipantau dan dikontrol maka dapat mengakibatkan kerusakan organ-organ vital di dalam tubuh.

Bagaimana bayi bisa mengidap diabetes sampai saat ini masih menjadi pertanyaan. Beberapa peneliti menyatakan bahwa ibu yang menderita gestational diabetes memiliki peluang yang cukup besar untuk menghasilkan bayi dengan kadar gula darah yang tinggi. Namun beberapa peneliti yang lain menyatakan bahwa bisa jadi diabetes pada bayi disebabkan oleh gangguan autoimmune yang menyebabkan sistem antibodi tubuh menyerang sel-sel tubuh yang berfungsi untuk memproduksi insulin. Selain itu, faktor genetik juga bisa menjadi faktor penyebab dari penyakit pada bayi ini.

Diabetes pada bayi bukan berarti akhir dunia, karena asalkan Anda rajin memantau kadar gula darah anak, maka resiko terburuk seperti infeksi organ dan kebutaan pun dapat dihindari. Bayi yang menderita diabetes harus menerima suntikan insulin sepanjang hayatnya. Anda juga dapat membantu mengontrol gula darah anak dengan mengajarinya untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, serta meminimalisir konsumsi makanan-makanan yang manis dan berpengawet seperti cokelat, permen, dan biskuit yang dijual bebas di pasaran. Pemeriksaan darah secara rutin juga sangat dibutuhkan.

Diabetes mellitus pada bayi memang dapat membuat Anda merasa sedih, akan tetapi dengan perawatan yang maksimal, bayi Anda dapat tetap tumbuh sehat dan beraktivitas normal seperti anak-anak lainnya. Jadi, jangan putus harapan ya, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Bunda, Yuk Ketahui Diabetes Mellitus pada Bayi dan Gejalanya"