Pentingnya Imunisasi Pasif Untuk Anak

No comment 1418 views

ImunisasiImunisasi – Imunisasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah sebagai bentuk pencegahan penyakit. Namun faktanya masih banyak anak yang tidak mendapatkan imunisasi karena berbagai alasan. Menurut Kemenkes RI, setiap anak di Indonesia seharusnya mendapatkan imunisasi rutin. Mengapa demikian?

“Meskipun program imunisasi sudah dilaksanakan sejak lama, namun faktanya masih banyak orang tua yang enggan membawa anaknya untuk diimunisasi. Padahal imunisasi memberikan banyak manfaat, terutama untuk pencegahan penyakit,” papar dr Desak Made Wismarini, MKM, Direktorat Surveilans, Imunisasi, Karantina, dan Kesehatan Matra Kemenkes RI, dalam press briefing yang disampaikan di Gedung Kemenkes RI, Jl HR Rasuna Said

Sudah disebutkan di atas bahwa imunisasi pasif adalah memberikan antibodi yang sudah jadi kepada seseorang. Imunisasi pasif diberikan kepada :

  1. seseorang yang mengalami defisiensi sistesis antibodi (orang yang tidak mampu membuat kekebalan sendiri).
  2. pasien yang sedang menderita sakit dan ada kemungkinan besar terkena infeksi lain (misalnya pasien leukemia yang terpapar varisela), atau kepada orang yang terpapar tetapi belum pernah divaksinasi.
  3. sebagai tindakan pengobatan untuk membantu menekan efek toxin (pada pasien difteri, tetanus).

Jenis antibodi yang dapat diberikan :

  1. Imunoglobulin. Dibuat dari derivat plasma pasien dewasa yang diproses melalui fraksinasi alkohol, steril dan tidak tercemar. Imunoglobulin merupakan fraksi primer (95%) sisanya IgA dan IgM.
  2. Imunoglobulin spesifik, diproduksi dari donor yang diseleksi. Contoh : imunoglbulin hepatitis A.
  3. Plasma manusia. Biasanya diberikan pada kasus luka bakar.
  4. Antibodi hewan. Dibuat dari serum kuda, dengan cara mengendapkan fraksi globulin serum dengan amonium sulfat. Produk ini dipakai sangat terbatas, yaitu apabila preparat dari manusia tidak tersedia.

Bagaimana imunisasi bekerja?

– Imunisasi mempersiapkan dan memampukan tubuh untuk melawan penyakit yang disebabkan kuman.

– Setiap imunisasi (biasanya diinjeksi) mengandung kuman yang dilemahkan atau kuman mati atau sebagian dari kuman dari penyakit tertentu.

– Tubuh “belajar” memproduksi antibodi, sejenis zat yang dapat mengenali dan melawan bagian dari kuman itu. Kemudian kalau kuman masuk tubuh, tubuh sudah siap melawan kuman agar tidak menyebabkan penyakit.

– Terkadang imunisasi booster diberi untuk menguatkan tubuh membuat antibodi terhadap kuman tertentu.

Seperti yang ditanyakan Ummi Syakir, apakah vaksin isinya adalah serum atau cairan sapi, babi, kuda. Jawabannya adalah tidak. Yang benar adalah yang mengandung cairan hewan adalah antibodi yang digunakan untuk imunisasi pasif. Antibodi ini diambil dari serum kuda.

Semoga informasi mengenai Imunisasi Pasif untuk anak di atas dapat membantu para orang tua dalam menjaga kesehatan anak.

author
No Response

Leave a reply "Pentingnya Imunisasi Pasif Untuk Anak"