Ini Jenis Stimulasi Yang Dapat Memperkuat Leher Bayi

shutterstock_106804514

Saat bayi Anda baru saja terlahir ke dunia, otot-otot tubuhnya masih belum dapat menopang tubuhnya dengan sempurna, sehingga satu-satunya aktivitas yang dapat ia lakukan hanyalah berbaring dan melakukan gerakan-gerakan sederhana dengan kaki dan tangannya. Namun seiring dengan waktu, otot kepala dan lehernya akan semakin menguat sehingga dapat menopang kepalanya dengan tegak. Tapi tidak jarang, ibu dibuat cemas karena bayi Anda tidak kunjung mengangkat kepalanya, padahal usianya sudah mencapai 2 bulan. Jika Anda cemas terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk dari keterlambatan bayi mengangkat kepalanya (seperti kemungkinan terjadinya cacat yang harus diketahui sedini mungkin), Anda dapat mempraktekkan jenis stimulasi yang dapat memperkuat leher bayi berikut ini.
Salah satu jenis stimulasi yang dapat memperkuat leher bayi dapat dilakukan sebelum Anda melakukan rangkaian olahraga leher ringan untuk si kecil. Anda dapat membantu melenturkan dan melemaskan otot leher bayi dengan mengusap-usap lembut bagian tengkuk dan punggung bayi selama beberapa kali.
Setelah itu, letakkan mainan kesukaan bayi Anda dengan jarak kira-kira 20 cm di depan wajahnya. Biarkan bayi Anda menatap objek di hadapan matanya tersebut. Setelah itu angkat mainan bayi tersebut dengan tinggi kurang lebih sekitar 10-15 cm. Secara alami, mata bayi akan mengikuti arah dari obyek tersebut dan ia akan berusaha untuk mengangkat kepalanya.
Agar perhatian anak Anda tetap fokus, Anda dapat menggunakan alat permainan yang dapat berbunyi saat digoyangkan. Lakukan terus latihan ini secara terus menerus, dan berhentilah saat bayi Anda menunjukkan tanda lelah atau sudah terlihat bosan. Waktu yang sempurna untuk melakukan stimulasi ini adalah saat bayi sedang dalam keadaan siap bermain atau saat ia selesai mandi.
Apabila latihan di atas tidak kunjung menunjukkan hasil, maka Anda dapat membawa bayi Anda ke dokter untuk mengetahui apakah bayi Anda memang hanya sekedar “malas” saja, atau hal tersebut merupakan pertanda tersembunyi dari sebuah penyakit.
Ya, Moms. Ada satu jenis penyakit yang umumnya ditandai dengan leher bayi yang lemas dan bayi tidak dapat mengangkat kepalanya. Seringkali penyakit tersebut disebabkan oleh cacat lahir berupa kelainan perkembangan otak, atau bayi mengalami gejala hidrosefalus dimana kepala bayi memiliki ukuran yang lebih besar dari ukuran kepala bayi normal. Beberapa penyebab lain juga bisa berasal dari masalah pada tonus otot yang lemah.
Semoga informasi tentang jenis stimulasi yang dapat memperkuat leher bayi di atas dapat memberikan pengetahuan yang Anda butuhkan, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Ini Jenis Stimulasi Yang Dapat Memperkuat Leher Bayi"