Jangan Anggap Remeh! Inilah Bahaya Campak Bagi Bayi

Penyakit campak pastinya tidak terdengar asing di telinga. Penyakit campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menjangkiti siapapun, walaupun korban terbanyaknya adalah anak-anak dan balita. Penyakit ini termasuk penyakit mematikan ratusan tahun yang lalu, namun hal tersebut mulai berubah semenjak vaksin campak (MMR) diperkenalkan oleh dunia kedokteran di tahun 1982. Semenjak itu, resiko balita dan anak-anak yang meninggal dunia akibat penyakit campak pun mulai menurun drastis. Campak dikenal sebagai penyakit yang hanya akan menjangkiti seseorang sekali saja seumur hidup. Namun, biarpun demikian sebaiknya Anda tidak menganggap remeh penyakit ini, karena jika virus campak menjangkiti bayi dengan sistem imunitas yang rendah maka dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi. Apa sajakah bahaya campak bagi bayi?

  • Dehidrasi

Sulit dipercaya, namun salah satu bahaya campak bagi bayi yang masih terhitung ‘ringan’ adalah penderita mengalami dehidrasi. Salah satu gejala awal dari penyakit ini adalah, penderita akan terkena diare dan muntah-muntah dalam skala yang cukup parah. Apabila gejala tersebut berlanjut tanpa adanya penanganan medis, maka bukan tidak mungkin jika penderita mengalami dehidrasi, atau kondisi tubuh kehilangan keseimbangan fungsi tubuh akibat kekurangan cairan. Hal tersebut tentunya dapat berakibat fatal terutama jika penderita masih bayi,

  • Infeksi Telinga Tengah

Virus campak juga dapat mengakibatkan komplikasi yang menyerang pendengaran. Adanya peradangan pada bagian tengah telinga dapat mengakibatkan cairan dari telinga tidak dapat keluar dan mengakibatkan penumpukan cairan. Penumpukan cairan tersebut dapat semakin memperparah pembengkakan sehingga mengakibatkan infeksi. Anak-anak berusia bayi memiliki resiko yang paling rawan terkena komplikasi satu ini.

  • Laringitis (Radang Selaput Suara)

Infeksi yang menyerang organ suara ini dapat mengakibatkan penderitanya mengalami gangguan berbicara dan bernafas, serta kesulitan untuk makan. Bayi penderita laringitis pada umumnya menunjukkan gejala berupa suara tangisan yang serak atau terlihat kesakitan saat berusaha berbicara. Selain itu, ia terlihat tidak berselera makan. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh penderita anak-anak maupun dewasa.

  • Kejang

Gejala awal dari penyakit campak yang lain adalah bayi terserang demam tinggi hingga mengakibatkan ia kejang-kejang. Apabila bayi Anda terkena kejang-kejang, jangan langsung panik, Moms. Berikanlah pertolongan pertama yang ia butuhkan, namun jika ia menderita kejang-kejang berulang kali atau kejang-kejang tersebut berlangsung selama lebih dari 5 menit segera larikan si kecil ke Unit Gawat Darurat untuk memperoleh pertolongan.

Demikianlah beberapa bahaya campak bagi bayi. Yang bisa Anda lakukan untuk menghindari bayi Anda terkena campak adalah menjadwalkannya untuk memperoleh vaksin MMR begitu bayi Anda sudah cukup umur.

author
No Response

Leave a reply "Jangan Anggap Remeh! Inilah Bahaya Campak Bagi Bayi"