Kenali Jenis Imunisasi Tambahan dan Fungsinya Berikut!

Kenali Jenis Imunisasi Tambahan dan Fungsinya Berikut!

Imunisasi tambahan – Agar tumbuh dengan sehat bayi diwajibkan untuk melakukan imunisasi. Tidak hanya imunisasi wajib, sebagai orang tua harus membentengi anaknya dengan imunisasi tambahan. Sebenarnya pemberian imunisasi tambahan ini tidak wajib hanya dianjurkan oleh pemerintah untuk mencegah beberapa penyakit seperti campak Jerman, Hepatitis A, kanker mulut rahim, radang selaput otak dan radang paru – paru.

Imunisasi tambahan ini tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah berbeda dengan imunisasi wajib. Yang membedakan hanyalah wajib dan dianjurkan, jadi untuk yang dianjurkan bisa melakukannya atau tidak. Tapi jika ingin terhindar dari penyakit – penyakit berbahaya diatas harus melakukan imunisasi tambahan berikut ini.

Jenis imunisasi tambahan dan fungsinya

1. Hib atau Hepatitis B
Imunisasi tambahan Hepatitis B berfungsi untuk mencegah penyakit peradangan selaput otak, pneumonia dan juga epiglotitis yang disebabkan oleh virus Haemophilus influenza tipe B. Pelaksanaan imunisasi tambahan yang satu ini ketika bayi berusia 2, 4, 6 dan 15 bulan, dapat dilakukan secara kombinasi atau terpisah.

2. Pneumokokus (PCV)
Merupakan jenis imunisasi tambahan yang dapat melindungi tubu dari serangan bakteri pneumokokus. Bakteri ini dapat menyebabkan peradangan selaput otak, infeksi telinga dan pneumonia. Untuk melakukan imunisasi PCV sama dengan Hib, namun pemberian terakhir antara usia 12 hingga 15 bulan.

3. MMR
Dengan melakukan imunisasi tambahan ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari virus rubella, campak dan juga gondok. Pemberian vaksin MMR dilakukan ketika bayi berusia 15 bulan dan dapat diulang saat usia 6 tahun.

4. Influenza
Vaksin influenza dapat melindungi dari serangan penyakit yang sering kali menyerang yaitu virus influenza. Imunisasi tambahan ini diberikan untuk anak usia 6 tahun bahkan bisa diberikan untuk usia orang dewasa.

5. HPV atau Humanpapilloma Virus
Agar terhindar dari virus humanpapillom yang akan memicu kanker mulut rahim harus dilakukan imunisasi tambahan HPV yang dilakukan pada anak usia 10 tahun. Pemberiannya dilakukan 3 kali dengan selang waktu 1 hingga 2 bulan kemudian 6 bulan.

6. Varisela
Imunisasi tambahan untuk anak berusia 5 tahun keatas yang bertujuan untuk melindungi tubuh dari penyakit cacar air.

7. Tifoid
Untuk menghindari penyakit tifus harus dilakukan imunisasi Tifoid. Dengan melakukan imunisasi tambahan ini akan terhidar dari ancaman bakteri salmonella typhi. Pelaksanaan pemberian vaksin ini dilakukan pada usia 2 tahun dan diulang ketika usia 3 tahun.

Dengan melakukan imunisasi tambahan di atas, tumbuh menjadi sehat dan kebal akan serangan penyakit berbahaya tidak diragukan lagi. Baca juga : Imunisasi untuk Bayi Prematur

author
No Response

Leave a reply "Kenali Jenis Imunisasi Tambahan dan Fungsinya Berikut!"