Kenali Kisah di Balik KMS

No comment 4508 views

KMS

Hai Ibu, bagaimana kabar si Kecil hari ini? Sudah naikkah berat badannya? Bagaimana cara ibu memantau berat badan bayi? Bicara soal berat badan, ibu biasanya memantau dengan KMS (Kartu Menuju Sehat). KMS diberikan saat si Kecil baru lahir.

Sebenarnya, KMS ini telah diberlakukan di Indonesia sejak tahun 1970-an. Dengan perkembangan ilmu dan teknologi, KMS pun mengalami 3 perubahan. KMS pertama dikembangkan pada tahun 1974 dengan menggunakan rujukan Harvard. Pada tahun 1990, KMS revisi dengan menggunakan rujukan WHO-NCHS. Pada tahun 2008, KMS direvisi berdasarkan standar antropometri WHO 2005.

Saat ini, KMS yang terbaru telah diluncurkan oleh Depkes dengan tetap menggunakan standar WHO 2005. Perbedaan antara KMS lama dengan baru hanya terletak pada perbedaan KMS laki-laki yang berwarna biru dan KMS perempuan yang berwarna merah muda.

KMS memiliki 5 bagian utama, yaitu:

  • Kurva penimbangan dan pengukuran berat badan bayi (2 bagian)
  • Catatan pemberian vitamin A dan pemberian imunisasi
  • Informasi tentang ASI, penanganan diare, dan perkembangan anak sehat
  • Identitas balita

KMS mempunyai 3 fungsi utama, yaitu:

  • Sebagai alat untuk memantau pertumbuhan anak. Pada KMS dicantumkan grafik pertumbuhan normal anak yang dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang anak tumbuh normal, atau mengalami gangguan pertumbuhan.
  • Sebagai catatan pelayanan kesehatan anak. Di dalam KMS dicatat riwayat pelayanan kesehatan dasar anak terutama berat badan bayi, pemberian kapsul vitamin A, pemberian ASI pada bayi 0-6 bulan dan imunisasi.
  • Sebagai alat edukasi. Didalam KMS dicantumkan pesan-pesan dasar perawatan untuk si Kecil seperti pemberian makanan anak, perawatan anak bila diare.

KMS sangat berguna untuk mengetahui status pertumbuan anak. Dianjurkan, setiap orang tua membawa anakanya ke Posyandu setiap bulan untuk ditimbang. Hal ini mempermudah ibu untuk memantau berat badan bayi. Apabila terindikasi gangguan pertumbuhan berat badan bayi atau kelebihan gizi, orang tua dengan mudah untuk mengetahui.

KMS digunakan untuk mencatat berat badan bayi dan pemberian kapsul vitamin A serta menilai hasil penimbangan. Bila berat badan bayi tidak naik satu kali, kader posyandu dapat memberikan penyuluhan tentang asuhan dan pemberian makanan untuk si Kecil.

Nah, Ibu bisa memantau berat badan bayi dengan menggunakan KMS. Dengan rajin membawa si Kecil ke Posyandu, ibu akan lebih mudah untuk mengetahui pertumbuhan si Kecil. Jika si Kecil mengalami gangguan pada pertumbuhannya, ibu bisa segera membawanya ke pelayanan kesehatan.

author
No Response

Leave a reply "Kenali Kisah di Balik KMS"