Pentingnya Imunisasi untuk Bayi Prematur

No comment 6181 views

bayi prematur

Hai Ibu yang cerdas! Bagaimana kabar si Kecil pagi ini? Imunisasi apa saja nih yang sudah didapat si Kecil? Imunisasi perlu dilakukan secara teratur untuk sistem kekebalan tubuh si kecil. Bicara soal imunisasi, berbeda tidak ya imunisasi bayi cukup bulan dengan bayi prematur?

Imunisasi pada bayi cukup bulan dengan bayi prematur tidak memiliki perbedaan. Bayi cukup bulan bisa menerima imunisasi sesuai dengan jadwal, sedangkan bayi yang lahir prematur juga bisa mendapatkan imunisasi sesuai dengan jadwal. Faktor usia kehamilan dan berat badan bayi prematur bukanlah menjadi faktor penghambat. Namun, hal ini bisa dilakukan apabila bayi prematur dalam kondisi sehat dan stabil.

Meskipun demikian, terdapat beberapa pengecualian imunisasi pada bayi prematur. Bayi prematur yang sehat pada umumnya mampu menerima imunisasi dengan baik, seperti bayi cukup bulan. Bayi prematur yang lahir setelah minggu ke-28 kehamilan memiliki antibodi maternal yang cukup baik. Karena, antibodi maternal terbentuk pada usia minggu ke-28 kehamilan. Bayi prematur yang lahir kurang dari 28 minggu belum memiliki antibodi maternal yang baik. Dengan demikian, bayi prematur tersebut harus menerima vaksin tertentu untuk melindungi tubuhnya. Pemberian vaksin tersebut harus dilakukan dengan imunisasi tepat waktu.

Bayi prematur yang secara medis stabil dan masih dirawat di rumah sakit saat 2 bulan usia kronologisnya, seharusnya diberikan semua vaksin yang direkomendasikan pada usia tersebut. Bayi prematur dikatakan stabil secara medis adalah bayi yang tidak memerlukan manajemen berkelanjutan untuk infeksi serius, penyakit metabolik atau gangguan ginjal akut, gangguan jantung dan pembuluh darah atau gangguan saluran pernapasan. Bayi prematur juga menunjukkan perbaikan dan pertumbuhan yang stabil.

Bayi prematur harus menerima vaksin pada usia 2 bulan dan dapat dilakukan secara simultan. Untuk mengurangi banyaknya suntikan, bayi prematur dapat diberikan vaksin kombo. Jika dapat dilakukan secara simultan karena terbatasnya area suntikan, maka pemberian vaksin boleh dipisah dengan interval waktu kapan saja. Hal ini disebabkan karena vaksin yang diberikan merupakan vaksin inaktif.

Bayi prematur memiliki risiko rentan terhadap penyakit pneumokukos yang invasif. Oleh karena itu,  apabila secara medis stabil pada usia 2 bulan, bayi harus menerima dosis penuh vaksin PCV7. Begitu pula halnya dengan vaksin DTap, mengingat angka kejadian pertusis yang fatal meningkat pada bayi-bayi di usia 6 bulan.

Bayi prematur yang lahir dari seorang ibu dengan HbsAg positif harus menerima Imunoglobulin Hepatitis B(HBIG) dalam 12 jam sesudah lahir dan vaksin hepatitis B. Jika status HbsAg ibu tidak diketahui, maka bayi harus mendapat vaksin Hepatitis B sesuai rekomendasi untuk bayi yang lahir dari ibu dengan HbsAg positif.

Kondisi fisik bayi premature sangat rentan terhadap penyakit dan infeksi yang menjadikan masalah tumbuh kembang bayi prematur tersbeut, seperti :

Prensetase harapan hidup bayi prematur :

Bayi dengan berat badan > 800 gram, maka persentase harapan hidupnya sekitar 90%

Bayi dengan berat badan > 500 gram, maka persentase harapan hidupnya sekitar 50%

Bayi premature usia < 28 minggu, maka persentase harapan hidupnya sekitar 80%
Bayi prematur rentan terhadap :

1. Gangguan pernafasan pada bayi premature akibat fungsi paru – paru yang masih kurang sempurna yang disebut dengan respiratory distress syndrome.
2. Akan terjadi htpolikemia dan neonatus jaundice yaitu kadar gula darah yang dibawah normal dan bayi kuning akibat kelebihan zat warna empedu.
3. Terdapat 10 hingga 15 % kasus bayi premature yang mengalami kelainan bawaan yang menyangkut kemampuan gerak dan fungsi motorik pada anak yang disebut cerebral palsy dan ketulian bawaan.
4. Perkembangan bayi premature akan cenderung bertindak impulsive, overaktif, perhatiaannya mudah terganggu, tidak bisa mengatur diri sendiri dan tidak tekun.
5. ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) menyerang bayi premature sekitar 8.9%

Untuk itu sangat penting untuk melakukan vaksin atau imunisasi bayi premature, karena walaupun terlahir prematur namun sistem imunologi dan pertambahan tubuhnya berkerja secara normal dan bayi premature juga dapat memproduksi antibody yang dapat melindungi diri dari penularan infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Alasan pentingnya memberi vaksin atau imunisasi untuk bayi premature :

1. Dari data ilmiah menyebutkan bahwa pemberian vaksin pada bayi yang lahir < 29 minggu dengan berat badan < 1500 gram dapat merespon walaupun rendah.
2. Bayi yang terlahir prematur mempunyai daya toleransi yang sama terhadap vaksin atau imunisasi yang hampir mirip dengan bayi normal lainnya dengan demikian semua jenis vaksin yang diberikan kepada bayi normal cukup aman untuk bayi premature juga.
3. Bayi premature sangat rentan terhadap penyakit infeksi, maka dianjurkan untuk pemberian imunisasi seperti Tdap, MMR dan influenza untuk ibu sang bayi dan orang dewasa yang berada serumah atau sekitar bayi tersebut (strategi cocoon vaksin Tdap), sehingga memberikan proteksi untuk bayi premature tersebut meskipun vaksinasinya belum lengkap diberikan (herd immunity / kekebalan kelompok)

Nah, Ibu cerdas! Pemberian vaksin-vaksin tertentu bagi bayi prematur sangatlah penting. Perhatikan baik-baik usia si kecil apabila dia lahir dengan prematur. Berikan vaksin yang tepat dan berkonsultasilah dengan dokter agar imunisasi untuk si kecil bisa berjalan sesuai dengan usianya. Bayi Sehat, Ibu Semangat! Baca juga : 4 Cara Mudah Merawat Bayi Prematur dengan Tepat

author
No Response

Leave a reply "Pentingnya Imunisasi untuk Bayi Prematur"