Ups, Rumah Terlalu Bersih Tak Baik untuk Kesehatan Anak

baby_amusing_paint_dirty_funny_bully_11147_1280x800

Menjaga kebersihan tempat tinggal tentunya sangatlah penting karena berhubungan erat dengan kesehatan penghuninya. Kondisi rumah yang rapi dan bersih tak hanya berpengaruh terhadap kesehatan fisik saja tapi juga kesehatan mental penghuninya. Dan sebaliknya, rumah yang terlalu kotor pastinya akan dihuni oleh orang-orang yang gampang sakit dan tidak bahagia. Apalagi jika Anda memiliki anak kecil, kebersihan lingkungan tempat tinggal Anda pun wajib untuk semakin diperhatikan. Tapi, tahukah Anda kalau ternyata rumah terlalu bersih tak baik untuk kesehatan anak?

 
Duo peneliti mikrobiome yaitu Drs. John Gilbert dan Rob Knight dalam bukunya yang berjudul Dirt is Good: The Advantage of Germs for Your Child’s Developing Immune System memberikan statement yang sangat mengejutkan: bahwa anak-anak jaman sekarang terlampau bersih, dan rumah terlalu bersih tak baik untuk kesehatan anak. Bagaimana bisa?

 
Bayi yang tinggal di rumah yang terlalu bersih otomatis tidak akan pernah terpapar oleh kuman penyakit dan bakteri. Padahal, kuman dan bakteri penyakit tersebut ternyata juga dibutuhkan untuk melatih sistem imunitas tubuh. Dengan tidak adanya kuman penyakit, sistem imun tubuh bayi menjadi tidak terlatih dan melemah. Itulah sebabnya bayi atau anak yang dibesarkan di tengah-tengah rumah tangga yang terlalu bersih memiliki daya imunitas yang rendah dan akan lebih mudah terserang penyakit dibandingkan bayi-bayi lain pada umumnya.

 
Jadi memang benarlah slogan dari suatu iklan komersial televisi, bahwa “kotor itu baik”. Dalam kadar tertentu, kehadiran kuman dan bakteri tidak hanya bisa membantu melatih sistem imun si kecil agar menjadi lebih kuat, dalam sisi psikologis pun anak dianjurkan untuk berani berkotor-kotoran saat bermain. Anak yang sejak kecil diperbolehkan untuk berkotor-kotoran memiliki tingkat kreativitas tinggi. Daya imajinasi anak pun akan semakin terasah, misalnya dengan bermain lilin atau dengan membangun istana dari tanah yang dibasahi dengan air.

 
Jadi, Anda tidak perlu terlalu mati-matian dalam menjaga kebersihan rumah. Bersihkan rumah sewajarnya saja. Lagipula, mengepel rumah setiap hari pastinya akan lebih mudah membuat Anda merasa lelah jika dibandingkan dengan mengepel lantai rumah setiap sekali atau dua kali seminggu. Tapi tetap saja, walaupun artikel ini membahas tentang keuntungan memiliki rumah yang tidak terlalu bersih, Anda tetap wajib memperhatikan kebersihan peralatan makan dan minumnya. Jangan lupa juga untuk membiasakan anak agar mencuci tangan setelah ia bermain-main di luar.

 
Demikianlah alasan kenapa rumah terlalu bersih tak baik untuk kesehatan anak. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda sekeluarga.

author
No Response

Leave a reply "Ups, Rumah Terlalu Bersih Tak Baik untuk Kesehatan Anak"