4 Jenis Bantal Guling

No comment 3089 views

4 Jenis Bantal Guling

Bantal Guling – Musim hujan seperti sekarang ini membuat saya senang, koleksi coat dan boot di lemari jadi nggak nganggur karena saatnya mereka melakukan tugas menghangatkan tubuh saya bila bepergian hehehe. Selain itu hujan juga meringankan kewajiban menyiram tanaman dan kulit wajah saya yang sensitif bisa terhindar dari sengatan sinar matahari.

Curah hujan bila berlangsung lama tentu menimbulkan kondisi kurang nyaman, yang paling fatal adalah banjir. Kalau yang ‘remeh temeh’ musim ini membuat jemuran lama keringnya, mobil yang sering basah kuyup dan yang paling mengganggu yaitu bantal guling bulu angsa teman tidur saya menjadi lembab karena tidak terjemur selayaknya saya lakukan tiap seminggu atau 2 minggu sekali di bawah sinar matahari.

Sejarahnya sendiri bantal sudah ada sejak jaman dahulu kala bahkan sebelum baju ditemukan karena pada dasarnya manusia memiliki naluri untuk tidur dengan nyaman. Awalnya masyarakat Mesir kuno menjadikan bantal sebagai salah satu simbol kemewahan karena hanya kaum kaya yang menggunakan barang ini. Pada perkembangannya bantal digunakan oleh semua kalangan dan merambah hingga ke Eropa, Cina bahkan Indonesia. Masyarakat Eropa menyukai bantal dari bulu, orang cina berpikir bantal yang lembut dan empuk dapat merusak vitalitas tubuh sehingga memilih bahan dari kayu/kulit/porselin, sedangkan orang Indonesia menggunakan serat kapuk untuk isi bantalnya.

Sesuai kemajuan teknologi selain berbahan alami bantal guling dibuat dari serat sintetis sebagai pengganti serat alami karena keterbatasan sumber daya alam dan guna meningkatkan kualitas kenyamanan. Berikut adalah contoh bantal guling yang kini banyak ditemui dipasaran :

Super foam (busa super)

Adalah busa sintetis yang berkualitas baik. Keunggulan bantal guling jenis ini adalah meredam efek pegas seperti yang ditimbulkan oleh latex. Bantal ini tidak akan langsung kembali setelah diberikan beban, sehingga akan membuat lebih nyaman dipakai

Latex (karet alam)

Sifat dasar latex sangat elastis. Untuk menjadi bantal guling , karet dikembangkan menjadi busa. Biasanya bantal guling jenis ini dibuat sesuai kontur kepala dan keunggulannya adalah tahan lama.

Goose feather (bulu angsa)

Bantal ini sekarang banyak kita temui di pasaran, padahal awalnya bantal guling bulu angsa dibuat oleh masyarakat Eropa karena keunggulannya yaitu menghangatkan saat cuaca dingin dan membuat adem saat udara panas hal ini bisa terjadi karena bulu angsa dapat menahan suhu yang diserap, selain itu bantal guling bahan ini memiliki tingkat keempukan yang cukup baik (tergantung kualitas dan komposisinya).

Dacron (serat polyester)

Ada banyak jenis dacron dan yang terbaik adalah siliconized polyester fiber yaitu serat-serat polyester silikon. Dacron ini memiliki serat dengan daya kembang tinggi sehingga bobotnya ringan tapi bentuknya mengembang (gendut) sehingga empuk dan lembut saat digunakan. Namun kita harus berhati-hati dengan dacron berkualitas rendah yang seratnya mudah patah dan serpihannya bisa menjadi debu yang berbahaya bagi orang yang alergi.

Saya sebagai orang yang sangat memperhatikan kualitas tidur memilih bantal guling bulu angsa. Bantal ini memang terbukti sangat nyaman menyangga kepala walau memang harganya relatif mahal. Namun karena tak lazim digunakan di Indonesia (mungkin), saya agak dibingungkan dengan perawatannya. Sejauh ini perawatan yang saya lakukan adalah menjemurnya dibawah sinar matahari seminggu atau 2 minggu sekali agar tidak lembab dan berbau khas

author
No Response

Leave a reply "4 Jenis Bantal Guling"