Bahayakah Minum Jamu Tradisional Setelah Melahirkan ?

gambar45

jamu tradisional setelah melahirkan – Selain disubukkan dengan mengurus bayi setelah pasca melahirkan anda juga akan disibukkan dengan kegiatan sehari – hari yang dilakukan setelah melahirkan seperti menggunakn stagen, pilis, dan meminum jamu tradisional yang bertujuan untuk mengencangkan otot – otot yang kendur akibat kehamilan atau melahirkan. Seringkali terjadi pertanyaan pada ibu – ibu yang setelah melahirkan bahayakah minum jamu tradisional sehabis melahirkan. Berikut adalah jawaban tentang jamu tradisional setelah melahirkan yang perlu bunda ketahui :

Waktu dan aturan saat minum jamu tradisional bagi ibu yang baru melahirkan

  • Waktu yang tepat untuk minum jamu tradisional setelah melahirkan

Pada umumnya jamu tradisional dibagi menjadi tiga tahap yaitu 10 hari pertama, 10 hari kedua dan juga 10 hari ketiga. Adanya juga yang langsung dalam waktu 40 hari. Jenis jamu tradisional terdapat berbagai macam – macam tergantung yang ibu sukai. Berikut adalah perbedaan metode persalinan untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk minum jamu tradisional :

– Untuk ibu yang melahirkan secara normal, langsung diperbolehkan meminum jamu tradisional.

– Untuk ibu yang melahirkan dengan proses caesar biasanya diperbolehkan mengkonsumsi jamu tradisional setelah 10 hari pasca melahirkan karena dokter memberikan obat antibiotik pasca menjalani proses melahirkan secara caesar. Dikhawatirkan jika diminum secara bersamaan akan timbul interaksi dengan dengan jamu tradisional yang akan anda minum.

  • Aturan minum jamu tradisional setelah melahirkan

– Jamu tradisional tidak boleh diminum oleh seorang ibu yang memiliki penyakit hepatitis B, pernah menderita penyakit kuning dan mengalami komplikasi persalinan seperti rahim sobek.

– Minum jamu tradisiona tidak boleh bersamaan dengan minum obat yang diberikan oleh dokter. Anad bisa memberi jeda waktu sekitar 2 sampai 3 jam setelah mengkonsumsi obat dari dokter.

– Meski anda minum dengan kadar yang sedikit, jamu tradisional juga akan berdampak pada ASI ibu. Jika berakibat bayi dapat mengalami diare denga tanda yang seperti itu bayi tidak cocok dengan jamu yang diminum oleh ibu. Apabila terjadi hal demikian, ibu dapat melakukan perawatan pasca melahirkan dengan jamu tradisional yang dikhususkan untuk pemakaian luar. Misalanya seperti luluran, tapel, memakai piling atau memakai stagen yang bisa membantu untuk mengecilkan perut.

Berikut adalah salah satu contoh ramuan tradisional yang dapat Anda buat di rumah :

Ramuan obat tradisional :
10 biji Kencur
2 sendok makan Beras
2 sendok makan Madu
1 butir Telur ayam kampung
1/2 jari tangan Kunyit
1/2 jari tangan Jahe

Cara meramu :
Kupas kencur, jahe, kunyit.Tumbuk semua bahan bersama beras sampai lembut.Tambahkan air yg telah dimasak 3/4 gelas.Selanjutnya peras dan saring.Masukan 1 butir kuning telur ayam kampung dan 2 sendok madu pada hasil perasan, aduk rata.

Itulah bunda beberapa ulasan tentang jamu tradisional setelah melahirkan yang perlu bunda ketahui. Bagi bunda yang takut mengkonsumsi jamu tradisonal yang ada dipasaran anda dapat membuat racikan jamu tradisional sendiri. Semoga bermanfaat bunda. Baca juga artikel tentang Tips Cerdas Mengatasi Jerawat Pada Bayi!

author
No Response

Leave a reply "Bahayakah Minum Jamu Tradisional Setelah Melahirkan ?"