Bolehkah Ibu Hamil Makan Cumi-Cumi?

No comment 1774 views

Bolehkah Ibu Hamil Makan Cumi-Cumi?Penggemar makanan seafood tentunya akrab sekali dengan jenis hewan invertebrata ini. Rasa cumi-cumi yang kenyal dan gurih membuatnya menjadi salah satu jenis makanan seafood yang paling populer dan digemari. Akan tetapi ketika Anda hamil, mungkin Anda akan menahan craving terhadap hidangan seafood calamari ini apalagi jika dari pihak keluarga atau tetangga mengatakan bahwa ibu hamil pantang mengkonsumsi cumi-cumi dengan menakut-nakuti bahwa anak Anda lahir dengan rupa seperti cumi-cumi. Benarkah demikian? Dan jika tidak, bolehkah ibu hamil makan cumi-cumi?

Pertama-tama ada hal yang harus diluruskan di sini, yaitu mengenai mengkonsumsi cumi-cumi dapat mengakibatkan anak memiliki wajah seperti cumi-cumi atau membuat kulit anak menjadi hitam. Kedua hal tersebut adalah mitos yang telah dibantahkan oleh ilmu kedokteran modern. Yang menentukan wajah serta warna kulit anak Anda adalah DNA yang tak lain dan tak bukan diperoleh dari Anda maupun suami Anda. Jadi, bolehkah ibu hamil makan cumi-cumi? Baca juga: Inilah Cara Atasi Kolesterol Selama Masa Kehamilan

Jawabannya adalah boleh, terutama mengingat bahwa sama seperti jenis seafood lain cumi-cumi memiliki kandungan protein yang sangat dibutuhkan janin untuk membantu menjaga perkembangan sel-sel tubuhnya. Selain itu cumi-cumi juga memiliki kandungan zat besi dan zinc, dimana kandungan zat besi yang cukup dapat membantu pembentukan sel-sel darah merah pada bayi sehingga kelak ia terhindar dari bahaya anemia, sedangkan zinc mendukung pembentukan berbagai macam enzim, termasuk insulin.

Selain itu cumi-cumi juga kaya akan vitamin B12, Vitamin A, Vitamin C, serta asam folat yang memiliki peranan penting dalam membangun sistem kekebalan tubuh janin sekaligus mencegah kemungkinan bayi terlahir dalam keadaan cacat.

Akan tetapi, walaupun demikian bukan berarti Anda dapat mengkonsumsi daging cumi-cumi secara serampangan. Pasalnya, sama seperti produk-produk seafood yang lain, cumi-cumi juga memiliki zat polutan logam merkuri di dalam tubuhnya walaupun dalam kadar yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan ikan-ikan besar seperti tuna dan makerel.

Apabila Anda mengkonsumsi terlalu banyak cumi-cumi dengan polutan merkuri di dalamnya, maka zat merkuri dalam tubuh Anda akan meningkat dengan pesat sehingga tubuh Anda tidak dapat lagi menetralisirnya. Jika hal itu terjadi, maka zat tersebut akan turut meracuni bayi Anda dan pada mengakibatkan kerusakan jaringan-jaringan otak dan syaraf bayi.

Dan sehubungan dengan potensi terjadinya keracunan merkuri tersebut, dokter kandungan pada umumnya menyarankan Anda untuk mengkonsumsi  tidak lebih dari 12 ons cumi-cumi tiap minggunya.

Jadi bolehkah ibu hamil makan cumi-cumi? Jawabannya adalah boleh, namun tidak boleh terlalu berlebihan.

author
No Response

Leave a reply "Bolehkah Ibu Hamil Makan Cumi-Cumi?"