Dampak Ibu Depresi Setelah Melahirkan Terhadap Anak

Kebanyakan dari Anda mungkin sudah sering mendengar tentang Sindrom Baby Blues, tapi seberapa jauh Anda mengenali Post-Partum Depression (PPD)? Post-Partum Depression adalah gejala depresi pasca melahirkan yang berlangsung jauh lebih lama dibandingkan dengan Baby Blues, dengan gejala yang berlangsung lebih dari 2 minggu. Bunda memang tidak perlu khawatir jika Anda mengalami gejala Baby Blues karena memang durasi sindrom ini hanya berlangsung selama 2 minggu .Tapi jika gejala mood swing tersebut berlangsung selama lebih dari 2 minggu, maka Anda wajib segera memeriksakan diri pada dokter. Karena dampak ibu depresi setelah melahirkan terhadap anak tidak bisa dianggap remeh.

Dampak ibu depresi setelah melahirkan terhadap anak yang pertama adalah kuantitas ASI yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit. Jika Anda sedang dalam masa menyusui saat mengalami PPD, maka stres yang Anda alami dapat mengakibatkan hambatan pada aliran ASI. Akibatnya ASI menjadi lebih sedikit dan bayi Anda jadi tidak dapat memperoleh asupan ASI yang ia butuhkan. Keadaan tersebut pasti semakin membuat Anda gelisah, kan?

Dan percaya tak percaya, bayi Anda juga dapat merasakan emosi negatif Anda lho. Penelitian yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Israel  menunjukkan bahwa bayi dari ibu yang mengalami PPD memiliki respons kognitif yang berbeda dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Bayi yang memiliki ibu dengan PPD cenderung lebih penakut dan tertutup. Ketika ia besar, anak Anda juga cenderung memiliki masalah perilaku dalam interaksi sosialnya.

PPD juga dapat berdampak pada keselamatan ibu dan anak. Berbeda dari Baby Blues, penderita Post-Partum Depression cenderung memiliki keinginan untuk bunuh diri dan tak jarang muncul juga keinginan untuk melukai anaknya. Jika suami dan keluarga sang ibu lalai dalam memberikan dukungan yang dibutuhkan, bukan tidak mungkin kemungkinan buruk ibu akan membunuh anaknya sendiri dan dirinya sendiri.

Satu hal yang wajib Anda ingat adalah, Post-Partum Depression bukanlah salah ibu. Ibu yang menderita PPD bukan orang yang lemah, dan tidak sepantasnya ia diperlakukan seperti itu. Yang benar-benar dibutuhkan untuk membantu ibu agar terhindar dari PPD adalah support dari keluarganya. Jika Anda saat ini terdiagnosa terkena PPD dan tidak mendapatkan support dari keluarga dan suami, jangan putus asa! Tetaplah rajin mencari dukungan dari komunitas ibu menyusui, yang pastinya beberapa dari mereka juga pernah mengalami PPD.

Semoga artikel tentang dampak ibu depresi setelah melahirkan di atas dapat meningkatkan kewaspadaan kita semua.

author
No Response

Leave a reply "Dampak Ibu Depresi Setelah Melahirkan Terhadap Anak"