Kapan Harus Melakukan Imunisasi Difteri?

https://d2v4vjmuxdiocn.cloudfront.net/wp-content/uploads/Depositphotos_13608497_original.jpg

Difteri, penyakit yang sudah berpuluh-puluh tahun yang lalu sudah berhasil dijinakkan kini kembali merajalela. Dalam sekejap semenjak kemunculannya kembali, penyakit ini sudah merenggut nyawa pelajar anak-anak sebanyak 38 dan masih menginfeksi 600 anak dari 120 di kabupaten kota di seluruh Indonesia. Apa yang menyebabkan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Corynebacterium Diphteriae ini bangkit dari kuburnya? Well, jawabannya sudah jelas.Itu dikarenakan tidak meratanya program imunisasi difteri yang seharusnya diberikan pada setiap anak.

Dan sekarang setelah wabah ini kembali melanda, rasanya tidak etis jika para anti-vacciners masih berdalih dengan 1000 alasan untuk menolak imunisasi difteri. Terlepas dari apa alasan Anda untuk menolak vaksinasi, kejadian yang akhir-akhir ini terjadi sudah membuktikan bahwa imunisasi difteri lengkap memang sangat diperlukan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang saat yang tepat untuk melakukan vaksinasi difteri, simak terus artikel ini Moms.

Sekretaris Satgas Imunisasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) yaitu Soedjatmiko mengatakan, bahwa imunisasi difteri tidak cukup jika hanya dilakukan sekali saja. Vaksinasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) pertama kali wajib diberikan ketika anak Anda berusia 2 bulan. Setelah itu, vaksin harus diulangi di usia 3 dan 4 bulan.

Ketika si kecil menginjak usia 2 tahun, ia harus mendapatkan vaksinasi DPT ulang sebanyak sekali. Sehingga total vaksinasi yang ia dapatkan di usia 2 tahun adalah sebanyak 4 kali. 2 tahun kemudian, yaitu di usia 5 tahun vaksinasi DPT tersebut harus diulang lagi sebanyak 2 kali.

Ketika anak sudah mulai menginjak kelas 1 SD, ia harus menerima vaksinasi DT sebanyak satu kali, begitu juga saat si kecil berada di kelas 2, 3, atau kelas 5. Jumlah vaksinasi yang diulang sebanyak 2 kali, sehingga kalau ditotal maka jumlah vaksinasi yang harus diterima adalah sebanyak 8 kali.

Biasanya, sekolah anak Anda akan bekerjasama dengan pemerintah untuk memberikan imunisasi. Tapi jika Anda memutuskan untuk mengimunisasi mandiri anak Anda ke dokter, jangan lupa untuk membawa serta buku vaksin.

Tapi ingat, untuk melakukan vaksinasi ini, anak Anda harus dalam keadaan yang sehat dan tidak mengidap alergi terhadap kandungan zat yang ada di dalam vaksin tersebut. Jika anak Anda sakit, bahkan sakit seringan apapun sebaiknya menunda vaksinasi dan menjadwalkannya kembali begitu si kecil sehat.

Sedangkan jika anak Anda menderita penyakit autoimun atau penyakit alergi terhadap vaksinasi, maka tidak disarankan untuk melakukan vaksinasi.

Imunisasi difteri, seperti jenis imunisasi lainnya memberikan efek samping seperti demam atau nyeri di bagian sendi. Perlu diingat bahwa itu adalah reaksi yang normal dari sistem antibodi anak yang melawan virus penyakit yang telah dilemahkan tersebut. Jadi Anda tidak perlu khawatir, Moms.Semoga informasi di atas membantu Anda.

author
No Response

Leave a reply "Kapan Harus Melakukan Imunisasi Difteri?"