Kenali dan Waspadai 3 Gangguan Jiwa Pasca Melahirkan

Kita sering mendengar berita memprihatinkan tentang seorang ibu yang tega membuang anaknya, atau bahkan ibu yang sampai hati membunuh buah hati yang baru beberapa minggu atau bulan terlahir ke dunia. Tindakan mereka yang jelas mengguncangkan keyakinan moral yang selama ini kita yakini, bahwa setiap ibu pasti menyayangi anaknya. Lagipula tidak masuk akal kan jika setelah ia mengandung selama 9 bulan dan melahirkan dengan susah payah, namun pada akhirnya anak tersebut dibunuh dengan kedua tangannya sendiri. Tapi, berapa persen dari kita yang menyadari bahwa bisa jadi ibu-ibu tersebut mengidap gangguan jiwa pasca melahirkan?

Postpartum depression syndrome adalah hal yang nyata, yang sayangnya sampai sekarang pun masih awam terdengar di telinga kita.  Kita terlalu dibutakan dengan sukacita kelahiran seorang anak ke dunia, hingga kita melupakan sisi gelapnya, yang mana ibu mengalami pergolakan hormon dan berujung pada ketidakseimbangan emosi. Sejauh ini ada 3 jenis gangguan jiwa pasca persalinan yang diketahui. Simak yuk ulasannya berikut.

  • Baby Blues

Dari ketiganya, mungkin baby blues terdengar paling familiar. Sindrom satu ini memang pernah melanda ibu melahirkan sebanyak 80%, jadi memang post-partum syndrome ini paling sering terjadi. Sesuai dengan namanya, gejala Baby Blues ditandai dengan perubahan perilaku ibu yang sering terlihat sedih atau bahkan marah-amarah.

Sindrom ini biasanya berlangsung selama kurang lebih 2 minggu dan maksimal sebulan. Penyebab utama dari Baby Blues sampai sekarang belum diketahui, walaupun ahli kedokteran mencurigai ketidakseimbangan hormon pasca melahirkan serta kondisi psikologis ibu di awal-awal kehidupannya sebagai seorang ibu berperan besar. Semakin sang ibu memperoleh support dari suami dan keluarganya, semakin cepat pula ia dapat melampaui Baby Blues.

  • Post-Partum Depression

Ketika gejala Baby Blues tidak kunjung membaik setelah sebulan, maka besar kemungkinana bahwa ibu menderita Post-Partum Depression. Sang ibu umumnya diliputi dengan rasa bersalah yang teramat sangat, at some point bahkan muncul keinginan untuk bunuh diri. Bantuan dari seorang psikiater bisa jadi dibutuhkan, walaupun yang paling dibutuhkan oleh ibu tersebut adalah dukungan moral dari suami, keluarga dekat, serta sahabat-sahabatnya.

  • Post-Partum Psikosis

Anda pasti pernah mendengar kasus pembunuhan yang mana sang ibu mengklaim bahwa ia mendapatkan bisikan untuk membunuh anaknya, atau bahwa ia percaya anaknya adalah titisan iblis. Sang ibu kemungkinan besar menderita Post-Partum Psikosis. Tidak hanya itu, bisa jadi ibu tersebut juga turut menyakiti dirinya sendiri. Penderita post-partum psikosis pada umumnya juga memiliki riwayat terkena gangguan schizophrenia atau maniac depression.

Semoga informasi tentang gangguan jiwa pasca melahirkan ini dapat menambah cakrawala pengetahuan kita semua.

author
No Response

Leave a reply "Kenali dan Waspadai 3 Gangguan Jiwa Pasca Melahirkan"