Moms, Waspadai Dampak Hipertensi Saat Hamil Yuk

No comment 357 views

 Hipertensi Saat Hamil

Setiap ibu hamil pastinya menginginkan usia kehamilan yang sehat dengan janin yang berkembang dengan maksimal. Untungnya, kebanyakan kehamilan berlangsung dengan lancar dan janin terlahir ke dunia dengan tepat waktu dan dalam keadaan selamat. Akan tetapi, ada juga beberapa kasus komplikasi penyakit yang terjadi selama masa kehamilan. Hal tersebut tidak hanya dapat mengakibatkan kematian janin, tetapi juga dapat mengancam nyawa ibu. Salah satu penyebab dari komplikasi kehamilan tersebut adalah Hipertensi. Seperti apakah dampak hipertensi saat hamil?

  • Preeklampsia

Komplikasi kehamilan ini bisa dibilang menjadi momok terbesar bagi para ibu hamil, dan merupakan salah satu dari dampak hipertensi saat hamil. Preeklampsia pada umumnya terjadi setelah minggu ke-20 dari masa kehamilan. Preeklampsia pada umumnya akan menyerang ibu hamil yang menderita penyakit hipertensi gestasional.

Preeklampsia pada umumnya mengincar ibu hamil yang menjalani kehamilan yang pertama kali. Selain itu, ibu hamil yang sebelumnya pernah mengalami preeklampsia sebelumnya juga memiliki resiko terkena komplikasi ini kembali. Ibu yang hamil di atas usia 40 tahun dan memiliki riwayat penyakit hipertensi kronis dan penyakit ginjal juga wajib untuk waspada.

Sedangkan gejala dari preeklampsia beberapa di antaranya adalah:

  • Sakit kepala parah
  • Pandangan mata ibu hamil menjadi kabur atau mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya
  • Nyeri perut sebelah, lebih tepatnya pada bagian bawah dari tulang rusuk sebelah kanan
  • Menurunnya jumlah urin
  • Terjadi pembengkakan di bagian wajah dan tangan (edema)
  • Dan saat menjalani tes urine, ditemukannya kadar protein (proteinuria) yang tinggi di dalam urine.

Apabila dibiarkan tanpa adanya penanganan, preeklampsia dapat berubah menjadi eclampsia, yang dapat mengakibatkan rusaknya berbagai macam organ vital pada tubuh ibu hamil, seperti organ hati dan ginjal.

  • Abrupsio Plasenta

Hipertensi juga dapat mengakibatkan peristiwa abrupsio plasenta, yaitu suatu peristiwa dimana selaput plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum datangnya masa persalinan. Hal itu tentunya sangat berbahaya bagi janin, karena janin tidak akan lagi dapat menyerap nutrisi yang dibutuhkannya untuk berkembang. Kebanyakan janin korban dari abrupsio plasenta ini harus dilahirkan secara prematur. Hal tersebut dilakukan untuk menyelamatkan nyawa bayi, sekaligus mencegah komplikasi yang lain yang dapat mengancam nyawa ibu.

  • Menurunnya Aliran Darah ke Plasenta

Hipertensi pada ibu hamil dapat mengganggu kelancaran peredaran darah ke seluruh tubuh, tak terkecuali darah yang mengalir ke rahim. Distribusi nutrisi yang ada di dalam darah akan menjadi terhambat, sehingga bayi hanya dapat menerima nutrisi dari ibu hamil dalam jumlah yang sedikit.  Akibatnya, tumbuh kembang janin pun menjadi terhambat. Selain itu, bayi pada umumnya terlahir dengan berat badan di bawah berat badan normal, atau bisa juga bayi terpaksa dilahirkan secara prematur.

Mengingat betapa seriusnya dampak hipertensi saat hamil, sudah seharusnya kita lebih waspada ya, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Moms, Waspadai Dampak Hipertensi Saat Hamil Yuk"