Resiko Prosedur Bayi Tabung Yang Harus Anda Ketahui!

bayi tabung – Memiliki anak tentunya adalah anugerah yang sangat luar biasa, namun tidak semua pasangan dalam pernikahan yang beruntung untuk dikaruniai anak karena kondisi tertentu yang dialami oleh pasangan , bisa jadi ada kemandulan pada istri maupun dari sang suami. Dengan kondisi ini dunia medis memiliki dan menawarkan beberapa cara agar pasangan yang mandul tetap bisa memiliki keturunan. Program ini bernama bayi tabung, tentunya program ini sudah sangat familiar di teling kita. Program bayi tabung ini adalah program penerapan dari kloning.

Program kloning sendiri sudah dimulai sejak tahun 1960 oleh Gurdon, dan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, penelitian dan teknologi, program kloning ini sudah mulai diterapkan sedikit demi sedikit pada kehidupan manusia sampai kepada program bayi tabung bagi pasangan yang tidak memiliki keturunan. Sebenarnya bagaimanakah proses prosedur bayi tabung ini? Berikut ini penjelasannya!

Prosedur Bayi Tabung

  • Hal pertama yang dilakukan adalah dengan menginjeksikan tubuh wanita dengan suntik hormon untuk memproduksi sel telur dengan beberapa jumlah dengan sekaligus.
  • Menguji darah atau ultrasound untuk menentukan kesiapan pengambilan sel telur.
  • Setelah itu dokter akan mencari folikel pada rahim dengan menggunakan metode ultrasound. Sel telur ini akan diambil dengan jarum khusus yang memiliki rongga, proses ini berlangsung antara 30 menit sampai 60 menit.
  • Sel telur tersebut akan disatukan dengan sperma pasangan. Sperma dan sel telur tersebut harus diambil di hari dan di waktu yang sama. Setelah diambil maka akan disimpan dalam klinik untuk memastikan perkembangannya maksimal.
  • Setelah terjadi proses pembentukan embrio dan dipastikan sudah benar-benar matang, maka calon bayi tersebut akan dimasukkan ke dalam rahim dengan cara memasukkan tabung penyalur yang disebut kateter ke dalam vagina sampai masuk ke dalam rahim. Jumlah minimal yang ditransfer agar terjadi kehamilan adalah 3 embrio.
  • Setelah embrio ditransfer maka wanita akan melakukan tes kehamilan setelah 2 minggu sejak ditransfer embrio.

Begitulah rangkuman dari proses bayi tabung, tetapi segala prosedur medis tetap memiliki kekurangan, ada beberapa resiko buruk yang mungkin terjadi dalam prosedur bayi tabung. Inilah resiko-resiko tersebut:

  1. Bayi akan lahir prematur karena implantasi lebih dari satu embrio ke dalam rahim.
  2. Beresiko terkena sindroma hiperstimulasi ovarium, kondisi ini adalah di mana terjadi pembengkakan di bagian ovarium, sehingga akan terasa sangat sakit dan nyeri
  3. Kemungkinan keguguran dalam program bayi tabung juga sangat besar. Hal ini disebabkan karena penggunaan embrio yang sebelumnya dibekukan terlebih dahulu.
  4. Dalam proses program bayi tabung, penggunaan jarum yang digunakan mengumpulkan sel telur bisa menimbulkan luka dan akhirnya mengalami pendarahan, sehingga terjadi infeksi dan menyebabkan kerusakan organ usus, kantong kemih, dan bahkan pembuluh darah.

Dan masih banyak lagi resiko program bayi tabung yang berdampak buruk bagi tubuh. Segala upaya manusia baik itu medis dan penelitian memiliki tujuan yang baik, namun kita juga harus berhikmat dalam mempertimbangkan resiko buruk yang bisa terjadi.

Ayo baca juga artikel kami lainnya seputar dunia kesehatan, kehamilan, dan anak di bawah ini!

Gangguan Kesuburan : 6 Penyebab Wanita Susah Untuk Hamil!

Manfaat Senam Wajah Untuk Ibu Hamil

Ini Cara Dan Tips Cepat Hamil Alami!

 

author
No Response

Leave a reply "Resiko Prosedur Bayi Tabung Yang Harus Anda Ketahui!"