Wajib Waspada! Berikut Adalah Dampak Hipertensi Saat Hamil

Dampak Hipertensi Saat Hamil

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi merupakan gangguan kesehatan yang cukup sering terjadi pada orang dewasa dan apabila diabaikan begitu saja maka dapat berujung pada penyakit yang berbahaya, seperti penyakit jantung koroner hingga stroke. Tidak hanya itu, hipertensi ternyata juga dapat berpengaruh buruk terhadap keselamatan kehamilan ibu yang tengah mengandung. Apa sajakah dampak hipertensi saat hamil?

  • Kelahiran Prematur

Dampak hipertensi saat hamil yang pertama adalah bayi terancam terlahir dalam keadaan prematur. Tekanan darah tinggi pada ibu hamil dapat menyebabkan munculnya plak-plak pada dinding pembuluh darah sehingga mengakibatkan aliran darah ke organ-organ tubuh, termasuk rahim, menjadi terganggu.

Dengan menurunnya aliran darah ke plasenta, maka secara otomatis bayi pun tidak mendapatkan nutrisi-nutrisi yang dibutuhkannya. Sebagai akibatnya bayi mengalami penurunan berat badan, perkembangan organ-organ janin pun terhambat. Dalam kasus ekstrim dan apabila tidak ada tindakan medis yang diambil untuk mengembalikan tekanan darah ibu, maka bayi pun akan terancam meninggal di dalam rahim.   Baca juga: 4 Tips Memilih Bra Untuk Ibu Menyusui

Sehingga seringkali tidak ada jalan lain selain untuk melahirkan bayi lebih awal. Bayi yang terlahir dalam keadaan prematur pada umumnya akan mudah terserang berbagai macam komplikasi penyakit sehingga membutuhkan perawatan khusus.

  • Abrupsio Plasenta

Abrupsio Plasenta adalah gejala gangguan kehamilan dimana tali plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum proses persalinan. Lepasnya plasenta tidak hanya berarti bayi kehilangan penyalur makanannya, tetapi juga dapat mengakibatkan pendarahan yang dapat mengancam nyawa ibu.

  • Preeklampsia

Salah satu komplikasi penyakit kehamilan yang sangat fatal dan menjadi salah satu momok terbesar bagi ibu yang tengah mengandung adalah preeklampsia. Penyebab utama dari preeklampsia adalah tingginya tekanan darah ibu hamil yang secara konsisten berada pada  140/90 mm Hg atau lebih. Indikasi lain dari terdiagnosisnya seorang ibu hamil yang terkena preeklampsia adalah adanya protein di dalam urin yang disebut dengan proteinutria.

Pada umumnya ibu hamil yang terserang preeklampsia mengalami gejala-gejala antara lain sakit kepala parah, kaburnya daya penglihatan, nyeri perut di sebelah atas, mual dan muntah, menurunnya kadar trombosit, napas menjadi pendek, dan terjadinya pembengkakan (edema) di bagian wajah dan tangan.

Apabila preeklampsia tidak segera diatasi maka akan timbul komplikasi penyakit yang lebih parah yang disebut dengan eklampsia. Ibu yang menderita eklampsia terancam mengalami kerusakan organ-organ vital seperti hati dan ginjal. Anda pun akan sangat disarankan untuk menjalani persalinan lebih awal dari tanggal seharusnya untuk turut menyelamatkan nyawa anak Anda.

Ternyata, dampak hipertensi saat hamil cukup dahsyat ya, Moms? Hipertensi saat hamil dapat dicegah semenjak dini dengan menjalani gaya hidup yang sehat yang Anda mulai jauh sebelum Anda memasuki masa kehamilan.

author
No Response

Leave a reply "Wajib Waspada! Berikut Adalah Dampak Hipertensi Saat Hamil"