Cara Memberikan Makanan Sehat Pendamping Asi

No comment 28975 views

Makanan ASI

Makanan Sehat – Tambahan makanan sehat disela-sela pemberian ASI atau dikenal dengan MPASI sangat dianjurkan diberikan kepada bayi yang sudah berusia 6 bulan. Selain karena tubuhnya sudah mulai membutuhkan berbagai zat penunjang pertumbuhan, pada usia ini bayi juga harus mulai di latih untuk mengenal berbagai macam makanan sehat dalam rangka menyeimbangkan sistem pencernaan dan untuk membantu kekebalan tubuhnya.

A. UMUR 6 BULAN :
Pertama kali memberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) kepada bayi disarankan untuk mengenalkan tekstur yang encer terlebih dahulu. Mulailah dengan makanan sehat dengan tekstur lunak seperti biskuit yang diencerkan pakai air atau susu dan kenalkan juga secara perlahan bubur susu. Kemudian dicoba dikombinasikan dengan sayuran dan buah karena buah dan sayur merupakan makanan sehat paling direkomendasikan. Untuk penggunaan susu bisa menggunakan ASI atau Susu Formula.

B. UMUR 7-8 BULAN
Selagi tetap memberikan menu makanan sehat bayi umur sebelumnya, di usia ini sudah bisa mulai diperkenalkan dengan makanan sehat yang bertekstur lebih kasar (semi padat), yaitu nasi tim saring dan kemudian secara bertahap bisa dikenalkan dengan nasi tim tanpa disaring. Jenis sayur dan buah yang disarankan: asparagus, wortel, bayam, sawi, bit, lobak, brokoli, mangga, blewah, timun suri, peach. Bisa juga ditambahkan ayam, daging sapi giling, hati ayam/sapi, ikan, tahu, tempe, telur ayam kampung.

Anda mulai bisa memperkenalkan MPASI (Makanan Sehat Pendamping Air Susu Ibu) kepada bayi Anda setelah ia berusia 6 bulan. Hingga usianya 6 bulan, asupan terbaik untuknya adalah ASI Eksklusif.

Di usia bayi yang menginjak usia 8 bulan ini, bayi Anda juga mulai dapat diperkenalkan dengan makanan jenis finger food, lho. Finger food ini pada umumnya terbuat dari buah-buahan dan sayuran padat yang dipotong dan disesuaikan dengan ukuran genggaman dan mulut bayi. Finger food tidak hanya dapat membantu melatih gerakan motorik bayi (seperti meraih atau menggenggam makanan) dan membantu meredakan rasa gatal dan iritasi akibat gigi muda yang mulai tumbuh, tetapi juga untuk mengenalkan makanan-makanan sehat sebagai camilan pada bayi Anda.

Sayuran dan buah-buahan keras seperti kentang, mentimun, wortel ubi manis merupakan bahan makanan yang sering digunakan sebagai finger food untuk bayi. Akan tetapi Anda juga dapat memberikan finger food berupa keju untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsiumnya. Lagipula, si kecil pastinya akan sangat girang ketika disuguhi finger food yang terbuat dari susu ini.

Tapi, dalam memilih finger food bagi bayi, Anda perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu jangan memberikannya permen atau coklat, atau makanan dengan kadar gula yang tinggi. Not only jajajan manis tersebut memberikan little to zero nutrition bagi bayi Anda, gula di dalam makanan tersebut sama sekali tidak baik bagi kesehatan giginya. Selain itu, hindari juga memberikan si kecil makanan berupa kacang-kacangan, sayuran mentah, atau buah-buahan utuh yang berpotensi membuatnya tersedak atau menghambat saluran pernapasannya.

Ketika bayi sudah siap menerima MPASI, biasanya ia akan memberikan “sinyal”, alias tanda-tanda, diantaranya:

  • Kekuatan kepala: ia sudah bisa menahan kepalanya dalam posisi tegak dengan stabil.
  • Untuk bisa menyimpan makanan dalam mulutnya untuk kemudian ditelan, bayi harus mulai berhenti menggunakan lidahnya untuk mendorong makanan keluar dari mulutnya.
  • Duduk dengan baik sambil bersandar: untuk bisa menelan dengan baik, tentu saja bayi harus sudah bisa duduk dengan tegak, walaupun dengan bersandar.
  • Pada sebagian bayi, seringkali mereka akan terlihat “kelaparan”, walaupun sudah 8-10 minum ASI/Sufor dalam sehari.
  • Mulai tertarik dengan makanan Anda

Pada prinsipnya pemberian Menu Makanan Sehat untuk Bayi pendamping ASI diberikan secara bertahap baik bentuk maupun jumlah. Diawali dengan menu pengenalan makanan yang bertekstur encer terlebih dahulu dan kemudian secara bertahap diperkenalkan dengan tekstur yang lebih padat.

Selain jenis makanan dan tanda kesiapan dari bayi yang akan menerima MPASI, Moms juga perlu memperhatikan beberapa hal lain dalam cara memberikan makanan sehat pendamping ASI yang tidak kalah pentingnya. Salah satunya adalah jangan terlalu banyak memberikan jus buah, terutama ketika bayi masih berusia 6 bulan. Pasalnya jus buah dan sayuran memiliki kandungan serat dan nutrisi yang lebih rendah dibandingkan jika Anda memberikan buah atau sayuran tersebut dalam keadaan dipotong dan dihaluskan. Sebagai dampaknya, bayi Anda dapat mengalami gangguan pencernaan berupa diare. So, be careful Moms.

Selain itu, pemberian susu dan madu sebaiknya tidak diberikan pada bayi yang berada di usia di bawah 1 tahun. Kandungan nutrisi di dalam susu sapi bisa dibilang terlalu kaya untuk dicerna oleh proses pencernaan bayi di usia yang masih sangat muda tersebut. Sedangkan madu dapat menjadi toxic di dalam tubuh bayi dan mengakibatkan anak terserang botulisme, atau yang juga dikenal dengan kekakuan otot.

Reaksi alergi pada bayi yang baru saja dikenalkan dengan jenis makanan padat seringkali menjadi faktor yang membuat orangtua merasa khawatir. Tentu saja jika Anda telah mengetahui bahwa bayi Anda telah terdiagnosis  terkena alergi jenis makanan tertentu akan memudahkan Anda dalam memilah-milah MPASI yang sesuai untuk bayi Anda. Namun sayangnya dalam beberapa kasus, gejala alergi tersebut muncul secara mendadak sehingga seringkali membuat Anda selaku orangtua merasa panik.

Salah satu cara terbaik untuk memudahkan Anda dalam mengobservasi kemungkinan alergi pada bayi Anda saat proses pengenalan MPASI adalah dengan memperkenalkan makanan yang tergolong netral dan tidak menimbulkan alergi, seperti bubur sayuran, buah-buahan dan daging. Baru setelah bayi Anda terlihat baik-baik saja, Anda dapat mengenalkan makanan allergenic seperti kedelai, telur, gandum, ikan, dan selai kacang.

Beberapa ahli menyarankan bahwa usia yang disarankan bagi bayi untuk mencicipi makanan-makanan rawan alergi adalah saat ia telah menginjak usia di atas 6 bulan. Menurut American Academy of Allergy Asthma and Immunology (AAAAI), dengan memperkenalkan makanan dengan zat alergen pada bayi di usia tersebut kemungkinan besar dapat membantu mencegah terbentuknya food allergies pada bayi Anda.

Konsumsi ASI selama proses peralihan ke makanan padat pun perlu diperhatikan. Di sekitar usia6 bulan, bayi Anda normalnya akan mengkonsumsi ASI sebanyak 800 mililiter. Jumlah tersebut kemudian menurun seiring dengan bertambahnya umur. Di usia 1 tahun konsumsi dari ASI pun semakin menurun ke angka 600 mililiter, dan seterusnya.

Pengelompokkan makanan sehat diatas berdasarkan usia bayi hanya bersifat umum, pada penerapannya lebih dipengaruhi oleh faktor perkembangan kemampuan pencernaan dan selera si kecil. Akan tetapi ada hal yang harus diperhatikan, yaitu pemberian yang terlalu dini akan mengganggu penyerapan zat gizi. Sebaliknya, pengenalan yang terlambat akan meningkatkan risiko kesulitan makan pada anak di fase berikutnya.

Tapi Moms, hanya mengetahui usia dan jenis makanan pendamping ASI saja tidak cukup. Karena ternyata ada banyak kesalahan yang secara tidak sadar dilakukan oleh ibu saat memperkenalkan makanan MPASI pada si anak.

Kesalahan pertama adalah ibu memberikan makanan-makanan yang memicu alergi, seperti kacang-kacangan, madu, susu sapi, makanan laut seperti kerang, dan jeruk lemon. Pada umumnya kesalahan ini terjadi karena ibu lalai dalam meneliti adanya kemungkinan alergi turunan pada bayi. Untuk mengantisipasi hal ini, Anda dapat melakukan penelusuran riwayat alergi di dalam silsilah keluarga, atau Anda juga dapat memperkenalkan makanan-makanan dengan zat alergen ini secara berangsur-angsur. Tapi, jangan lupa juga untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak Anda.

Kesalahan kedua adalah dari posisi tangan Anda saat menyuapi bayi. Beberapa ibu mengambil cara konvensional, atau dengan memasukkan makanan dari sendok ke mulut bayi dengan posisi sendok yang tegak lurus, atau vertikal dari arah depan. Padahal, dengan cara menyuapi yang seperti itu, bayi Anda akan secara refleks mengeluarkan kembali makanan yang telah masuk tersebut.

Bagiamana bunda, apakah sudah memahami tentang pengenal makanan sehat pendamping ASI ini?

No Response

Leave a reply "Cara Memberikan Makanan Sehat Pendamping Asi"