Jangan Salah Vonis! Kenali Penyebab Anak Hiperaktif Berikut

Jangan Salah Vonis! Kenali Penyebab Anak Hiperaktif Berikut

Penyebab anak hiperaktif – Dalam dunia medis anak hiperaktif dikenal dengan istilah Attention Deficit and Hyperactivity Disorder atau bisa disingkat dengan ADHD. Sebanyak 3 hingga 5 % anak berusia 4 – 14 tahun mengalami ADHD dan dapat berlanjut hingga dewasa jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa sebenarnya ADHD itu? ADHD merupakan gangguan pemusatan perhatian yang disertai dengan hiperaktivitas motorik pada anak. Gejalanya dapat dilihat pada kegiatan anak sehari – hari karena anak hiperaktif akan selalu bergerak dan tidak mau diam, tidak bisa berkonsentrasi dan selalu gelisah.

Pada anak usia sekolah mengalami gangguan ADHD maka akan berdampak pada prestasi akademik serta hubungan sosial dengan teman – temannya. Jika hal ini terjadi hingga anak usia remaja bahkan dewasa akan menjadi masalah yang serius. Untuk itu agar anak hiperaktif tidak berlangsung secara berkelanjutan harus mengetahui informasi yang tepat berikut.

Menurut hasil riset, penyebab anak hiperaktif ada beberapa hal diantaranya yaitu kerusakan pada saraf pusat otak, masalah genetik, pengaruh lingkungan, epilesi dan beberapa gangguan lain dikepala karena infeksi, gegar otak, gizi buruk, keracunan, bahkan bisa terjadi karena alergi pada makanan.

Gangguan hiperaktif pada anak tidak bisa terlihat karena anak tidak bisa mengeluhkan rasa sakit sehingga orang tua hanya bisa menduga – duga. Apalagi jika anak masih berusia dibawah lima tahun dimana masa itu anak sedang senang – senangnya bermain, bergerak lincah, dan tidak bisa diam.

Sebenarnya ciri – ciri anak hiperaktif baru bisa terlihat setelah ia mulai awal masuk sekolah yaitu sekitar usia empat tahun. Karena anak tersebut akan cenderung tidak bisa menyelesaikan pekerjaan di sekolahnya, ia akan cepat beralih dari kegiatan satu kegiatan yang lainnya. Terkadang bahasa dan perkembangan motoriknya terlambat, kurang bisa mengontrol diri dan mudah frustasi.

Anak hiperaktif mempunyai suasana hati yang labil karena sebentar gembira, sebentar ngambek, sebentar marah. Banyak ngobrol dan tidak bisa diam sehingga tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan orang tuanya.

Setelah Anda mengetahui penyebab anak hiperaktif di atas dan beberapa ciri – cirinya, Anda harus lebih memperhatikan anak agar tidak salah vonis dengan mengamati perkembangannya. Baca juga : Mengetahui Gejala Amandel Secara Dini Pada Anak

author
No Response

Leave a reply "Jangan Salah Vonis! Kenali Penyebab Anak Hiperaktif Berikut"