Lima Imunisasi Dasar Yang Wajib Diberikan Sejak Bayi

ImunisasiImunisasi – Imunisasi adalah suatu cara yang dilakukan untuk membuat tubuh memiliki daya tahan terhadap agen-agen asing yang dapat menyerang tubuh dan menimbulkan penyakit. Cara-cara ini sudah dipelajari dan dilakukan berabad-abad silam.

Mendahului ilmu kedokteran modern, dokter-dokter cina pada abad ke-11 telah mengamati bahwa pengisapan kerak cacar, mencegah terjadinya serangan penyakit cacar berikutnya. Kemudian cara-cara vaksinasi dengan pemberian tepung kerak cacar intradermal sudah dilakukan di Timur Tengah.

Sebenarnya, tubuh manusia telah memiliki sistem kekebalan sebagai mekanisme portahanan dalm mencegah masuk dan menyebarnya agen infeksi. Mekanisme pertahanan ini terdiri dari dua kelompok fungsional yaitu pertahanan spesifik dan nonspesifik yang saling bekerja sama.

Pertahanan nonspesifik diantanya adalah kulit dan membran mukosa, sel-sel fagosit, komplemen, lisozim, interferon, dan berbagai faktor humoral lain. Semua pertahanan ini merupakan bawaan (innate).

Berikut adalah lima imunisasi dasar yang wajib diberikan sejak bayi:

  • Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin) sekali untuk mencegah penyakit Tuberkulosis. Diberikan segera setelah bayi lahir di tempat pelayanan kesehatan atau mulai 1 (satu) bulan di Posyandu.
  • Imunisasi Hepatitis B sekali  untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang ditularkan dari ibu ke bayi saat persalinan.
  • Imunisasi DPT-HB 3 (tiga) kali untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan), Tetanus dan Hepatitis B. Imunisasi ini pertama kali diberikan saat bayi berusia 2 (dua) bulan. Imunisasi berikutnya berjarak waktu 4 minggu. Pada saat ini pemberian imunisasi DPT dan Hepatitis B dilakukan bersamaan dengan vaksin DPT-HB.
  • Imunisasi polio untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio. Imunisasi Polio diberikan 4 (empat) kali dengan jelang waktu (jarak) 4 minggu.
  • Imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak. Imunisasi campak diberikan saat bayi berumur 9 bulan.

Efek samping pasca imunisasi biasanya adalah demam, walaupun tidak semua imunisasi menyebabkan demam. Tentu orang tua harus mempersiapkan diri pada kondisi ini. Ada baiknya tidak memberikan banyak aktivitas pada anak setelah imunisasi, sehingga daya tahan tubuh anak dan energinya juga tersimpan baik untuk melawan antigen yang masuk.

No Response

Leave a reply "Lima Imunisasi Dasar Yang Wajib Diberikan Sejak Bayi"