Peran Orang Tua Dalam Menjaga Sikap Anak

Psikologi AnakPsikologi Anak – Pada waktu kita mendidik anak di rumah dan dimana saja , janganlah  lupa untuk menerapkan komunikasi dua arah dan adakan diskusi tentang berbagai masalah sambil bantu anak dalam mencari solusinya. Dengan begitu anak terstimulasi untuk menjadi kreatif dalam belajar mengatasi persoalannya sendiri dan mencari jalan keluarnya. Anak terbiasa untuk tidak menghindar dari tanggung-jawab, selalu berusaha menyelesaikan sendiri permasalahan yang dihadapinya.

Dalam hal ini berikan kepercayaan dan dorongan kepada anak dengan menekankan bahwa anak pasti bisa mencari jawaban bagi permasalahannya itu. Hindari pemakaian kata “jangan”, karena hal ini akan membatasi berkembangnya daya kreativitas anak, lebih baik gunakan kata “sebaiknya” dan jelaskan pertimbangan mengapa hal ini yang dijadikan sebagai solusi.

Berikan berbagai alternatif jawaban dan biarkan anak memilih jawaban yang terbaik buat dirinya. Contohnya untuk jawaban atas pertanyaan “Mengapa anak disekolahkan?, berbagai alternatif jawaban tersedia, agar menjandi pandai, dan kalau sudah besar bisa jadi Insinyur, Dokter,Sarjana atau bisa mengetahui banyak hal yang positif dsbnya.

Peran Orang tua Dalam Menunjang Psikologi Anak tentu sikap adalah hal yang bisa di junjung oleh orang tua sejak awal sehingga anak dapat dapat memiliki sikap yang baik dan jadi mudah untuk di atur.

Kadang-kadang orang tua tidak sabar dengan sikap dan pola asuh yang diterapkan kepada anaknya. Dengan bertambahnya usia dan dengan semakin luasnya lingkungan sosial anak maka rasa ingin tahu anak diharapkan semakin tumbuh. Bukannya mendorong rasa ingin tahu alami anak serta mengembangkan keinginan belajarnya, orang tua malah melakukan kebalikannya.

Rasa ingin tahu seorang anak akan sesuatu hal akan pupus apabila ia berkali-kali datang dan bertanya kepada orang tuanya serta mendapati bahwa orang tuanya tidak berminat untuk menjawabnya bahkan memperlihatkan kehadiran anak de-ngan pertanyaannya telah mengganggu `ke-asyikan’ sang ayah atau ibu, misalnya: ayah yang sedang membaca koran atau ibu sedang menonton televisi.

Selain sikap orang tua yang ambisius atau pola asuh yang otoriter dapat membuat anak frustasi dan ketakutan, contohnya: orang tua menunjukkan sikap tidak suka apabila anak-nya menunjukkan kemampuan bernyanyi di depan umum karena ayah berpendirian bahwa anaknya tidak boleh menjadi seorang pe-nyanyi atau artis apabila ia sudah menjadi dewasa kelak.

Adalah sangat bijaksana apabila orang tua memperhatikan dan memberikan respon positif terhadap `bakat-bakat ` yang telah diperlihatkan anak. Dengan demikian orang tua bertindak sebagai fasilitator dan mengembangkan `bakat’ anak yang terlihat.

No Response

Leave a reply "Peran Orang Tua Dalam Menjaga Sikap Anak"