Amankah Baby Walker untuk Bayi?

No comment 1890 views

dampak baby walker

 

Belajar jalan- Apakah si Kecil mulai menunjukkan minat untuk belajar jalan?  Jika ya, maka ini adalah awal yang bagus bagi perkembangan motoriknya. Untuk mendukungnya agar cepat berjalan, Ibu perlu melatih dan memberikan rangsangan yang dapat membuatnya lekas  berjalan.

Salah satu media yang sering digunakan sebagai pemberi rangsangan untuk berjalan adalah apollo atau istilah modernnya baby walker. Alat beroda yang bisa bergerak dan berpindah tempat ini banyak dipilih para orang tua yang menginginkan bayinya cepat berjalan. Namun, tahukah Anda bahwa penggunaan alat bantu belajar jalan tersebut justru dapat berdampakmemiliki dampak yang membahayakan si Kecil? Mengapa bisa demikian? Yuk, simakinformasi mengenai dampak baby walker berikut ini:

  1. Anggapan yang salah

Menurut artikel yang ditulis oleh Irwanto, salah satu anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia, anggapan bahwa baby walker justru akan mempercepat bayi berjalan adalah anggapan yang salah. Menurutnya, alat tersebut justru akan membuat bayi malas berjalan karena merasa ada yang membantunya bergerak dengan mudah, sehingga ia tidak perlu berusaha lebih keras untuk dapat begerak atau bahkan berjalan. Selain itu, alat ini juga sebenarnya dinilai telah menguatkan otot yang salah.

Untuk mendukung agar cepat berjalan, otot yang seharusnya dikuatkan pada bayi adalah otot paha (tungkai atas) dan pinggul. Akan tetapi, pada penggunaan baby walker, justru otot tungkai bawahlah yang diperkuat. Selain itu, bayi yang terbiasa menggunakan baby walker terlatih untuk bergerak dengan menggunakan ujung jari kakinya. Hal ini kurang baik bagi perkembangan bayi karena dapat membuat otot-otot kakinya menegang.

Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya penggunaan baby walker tidak serta merta dapat mempercepat bayi berjalan. Dengan kata lain, baby walker tidak memiliki pengaruh untuk membantu anak berjalan.

  1. Risiko yang dapat ditimbulkan

Menggunakan baby walker dapat mendatangkan risiko yang dapat membahayakan bayi Anda. Salah satunya, baby walker dapat membuat posisi bayi lebih tinggi sehingga memungkinkan ia menjangkau barang-barang yang berisiko membahayakan keselamatannya. Selain risiko tersebut, pengguaan baby walker juga dicurigai dapat menyebabkan kelainan kaki pada bayi disebabkan seringnya duduk mengangkang. Hal ini tidak baik untuk perkembangan tulang pahanya dan bisa menyebabkan ia berjalan mengangkang ketika dewasa kelak.

Selain itu, penggunaan baby walker juga disinyalir dapat berisiko terhadap mental bayi. Bayi yang terbiasa memiliki tumpuan dengan baby walker, akan sulit menjaga keseimbangan tubuhnya. Padahal, untuk dapat berjalan alami tanpa bantuan, ia tidak membutuhkan tumpuan. Sehingga, pada saat bayi dilepas tanpa baby walker  dan mencoba berdiri,  ia akan rentan jatuh karena terbiasa bertumpu. Nah, rasa sakit akibat jatuh inilah yang bisa memberikan dampak traumatik pada bayi sehingga membuatnya enggan untuk belajar berjalan di kemudian hari.

Jika Anda menginginkan si Kecil segera berjalan, maka sebaiknya membuatnya belajar jalan secara alami dengan kaki telanjang. Meskipun cara ini sangat sederhana, namun manfaatnya akan jauh lebih baik bagi perkembangan motoriknya daripada menggunakan baby walker. Namun, jika Anda tetap ingin menggunakan baby walker, sah-sah saja, asalkan selalu mengawasi dan memastikan keamanan si Kecil, ya!

author
No Response

Leave a reply "Amankah Baby Walker untuk Bayi?"