Ini Alasan Bayi Tidak Boleh Melewatkan Fase Merangkak

when-do-babies-crawl (1)

Menyaksikan perkembangan bayi Anda dari bulan ke bulan tentunya menjadi momen yang sangat bersejarah bagi Anda dan pasangan. Setelah ia berhasil membalikkan tubuhnya dari posisi terlentang menjadi tengkurap, hal selanjutnya yang Anda tunggu-tunggu pastinya adalah saat si kecil sudah mulai belajar merangkak. Tapi, betapa terkejutnya Anda ketika ia langsung mengangkat tubuhnya dan belajar berjalan. Banyak dari Anda mungkin merasa terkejut sekaligus merasa senang. Tapi tahukah Anda bahwa sebenarnya bayi tidak boleh melewatkan fase merangkak?

 
Apa alasan bayi tidak boleh melewatkan fase merangkak? Sebenarnya hingga saat ini para peneliti dan ahli kedokteran masih berdebat mengenai topik ini. Beberapa peneliti berpendapat bahwa fase merangkak sangatlah penting karena melalui proses merangkak itulah bayi dapat melatih kekuatan otot kedua kaki dan lengannya. Jika bayi melewatkan fase merangkak, maka besar kemungkinan kemampuan motorik tangan dan kakinya menjadi lemah sehingga saat ia besar nanti ia akan mengalami masalah saat ia menggenggam pensil atau menaiki tangga kolam renang.

 
Selain itu, merangkak juga dianggap mampu membantu kemampuan spatial, atau mengasah kemampuan si kecil dalam memecahkan masalah. Dengan merangkak, bayi menjadi belajar untuk mengukur jarak yang harus ditempuh untuk meraih mainan yang diletakkan di hadapan mereka. Kemampuan koordinasi antara otak kanan dan otak kiri si bayi juga benar-benar diasah ketika ia merangkak. Untuk meraih obyek yang ia inginkan maka ia harus bisa menggunakan otak kirinya untuk mengukur jarak antara dirinya dengan obyek, sedangkan otak kanannya bekerja untuk memberikan beberapa solusi.

 
Tapi, beberapa peneliti mengatakan bahwa bayi yang melewati fase merangkak sebenarnya juga tidak akan berpengaruh negatif terhadap bayi tersebut. Bayi masih akan berkembang dengan normal dan sistem koordinasi tubuhnya pun tidak akan terlalu terpengaruh. Kasus peningkatan bayi yang langsung berdiri dan melewatkan fase merangkak disinyalir disebabkan oleh kebiasaan bayi yang ditidurkan dengan posisi telentang untuk mencegah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

 
Memang, faktor yang seringkali menjadi penyebab SIDS adalah karena bayi tidur dalam keadaan terlentang. Ditambah lagi dengan tren baby jumper, stroller, baby walker, dan lain sebagainya, peluang si kecil memanfaatkan tummy time juga semakin menipis. Dan walaupun para ahli masih berdebat tentang wajib-tidaknya fase merangkak untuk bayi, mereka semua setuju bahwa tummy time sangatlah penting untuk perkembangan bayi. Jadi sebisa mungkin biarkan bayi Anda merangkak hingga ia siap berjalan nantinya.

 
Demikianlah penjelasan di balik kenapa bayi tidak boleh melewatkan fase merangkak. Semoga informasi ini bermanfaat, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Ini Alasan Bayi Tidak Boleh Melewatkan Fase Merangkak"