Waspada Terjadinya Stunting pada Anak!

No comment 2215 views

Waspada Terjadinya Stunting pada Anak!

Stunting pada anak – Stunting merupakan keadaan dimana tubuh yang sangat pendek dibandingkan dengan anak – anak lain pada usianya. Menuru data dari organisasi kesehatan dunia (WHO) hal ini terjadi pada kurang lebih 178 juta anak balita. Stunted merupakan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umurnya, yang ditandai dengan lambatnya proses pertumbuhan sehingga mengalami kegagalan dalam mencapai tinggi badan yang normal.

Faktor yang menyebabkan stunting pada anak yaitu kekurangan gizi, mengalami penyakit yang kronis, faktor gizi ibu pada sebelum dan saat hamil merupakan penyebab tidak langsung terhadap tumbuh kembang janin yang mengakibatkan janin mengalami intrauterine growth retardation.

Selain itu Anda harus mengenali ciri – ciri stunting pada anak yang bisa diketahui seperti berikut. Anak yang mengalami stunted pada usia 8 hingga 10 tahun akan merasa tertekan, menjadi lebih pendiam dan tidak berani melakukan kontak mata dengan orang – orang disekitarnya. Pada anak yang mengalami stunting terlihat pada performanya yang kurang baik, daya ingatnya lemah, tes perhatian yang buruk namun masih baik dalam kecepatan gerak. Pertumbuhan dan tanda pubertasnya lambat, wajah lebih muda dari umurnya.

Fakta terkait tentang stunted

1. Anak-anak yang mengalami stunted lebih awal yaitu sebelum usia enam bulan, akan mengalami stunted lebih berat menjelang usia dua tahun. Stunted yang parah pada anak-anak akan terjadi deficit jangka panjang dalam perkembangan fisik dan mental sehingga tidak mampu untuk belajar secara optimal di sekolah, dibandingkan anak- anak dengan tinggi badan normal. Anak-anak dengan stunted cenderung lebih lama masuk sekolah dan lebih sering absen dari sekolah dibandingkan anak-anak dengan status gizi baik.

2. Stunted akan sangat mempengaruhi kesehatan dan perkembanangan anak. Faktor dasar yang menyebabkan stunted dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan intelektual. Penyebab dari stunted adalah bayi berat lahir rendah, ASI yang tidak memadai, makanan tambahan yang tidak sesuai, diare berulang, dan infeksi pernapasan.

3. Pengaruh gizi pada anak usia dini yang mengalami stunted dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan kognitif yang kurang. Anak stunted pada usia lima tahun cenderung menetapsepanjang hidup, kegagalan pertumbuhan anak usia dini berlanjut pada masa remaja dan kemudian tumbuh menjadi wanita dewasa yang stunted dan mempengaruhi secara langsung pada kesehatan dan produktivitas, sehingga meningkatkan peluang melahirkan anak dengan BBLR.

Itulah beberapa informasi terkait stunting pada anak, untuk mencegah terjadinya stunting ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan disamping pemenuhan kecukupan gizi, yaitu: memberikan ASI selama ibu masih bisa menghasilkan ASI terutama untuk anak usia dibawah empat bulan, jangan memberikan makanan buatan untuk menggantikan ASI. Baca juga : Deteksi Kesehatan Janin dengan Menghitung Gerakan Bayi

author
No Response

Leave a reply "Waspada Terjadinya Stunting pada Anak!"