Jenis Termometer dan Cara Pemakaiannya

No comment 21016 views

 Jenis Termometer dan Cara Pemakaiannya

Termometer – Termometer atau alat pengukur suhu ini sepertinya tidak semua orang memilikinya di rumah, entah kurang tahu fungsinya atau dianggap tidak terlalu penting, namun bagi Anda yang mempunyai buah hati kesayangan sebaiknya Anda memilikinya. Demam memang bukan suatu penyakit, tetapi menunjukkan gejala suatu penyakit.Misalnya karena batuk, pilek, radang tenggorokan,diare, infeksi lain pada saluran pencernaan, dan infeksi saluran pernafasan. Sebagian besar orang tua cepat panik jika anaknya ( terutama balita ) mengalami demam.

 Jenis Termometerdan Cara Pemakaiannya

Indonesia umumnya memakai termometer dengan skala Celcius ini. Perjalanan termometer tidak berhenti sampai disana. Alat ini terus dikembangkan untuk memberikan kemudahan dan ketepatan yang lebih baik bagi penggunanya.

Beragam termometer yang kini ada misalnya:

  • Termometer ketiak

Bagaimana Cara Penggunaan Termometer di Ketiak?
Ini merupakan cara penggunaan termometer yang tampaknya paling sering dilakukan. Caranya terlihat sangat sederhana sehingga hal ini mungkin yang menjadikannya pilihan pertama dan utama di kalangan masyarakat. Pengukuran suhu ketiak (aksila) sesungguhnya tidak seakurat pengukuran oral (mulut) atau rektal. Temperatur yang terukur akan menghasilkan nilai 10 C lebih rendah dibandingkan dengan hasil pengukuran oral. Cara pengukuran yang baik juga memerlukan waktu cukup lama yaitu sekitar 10 menit.

Padahal, umumnya kita hanya menunggu beberapa menit saja dan dengan tidak sabar (mungkin karena cemas) segera mencabut dan membacanya. Dengan cara yang terburu-buru ini, keakuratannya tentu perlu dipertanyakan.

  • Termometer mulut

Bagaimana Cara Penggunaan Termometer di Mulut?

Prinsip utama yang harus diingat adalah jangan menggunakan cara ini pada bayi dan anak yang masih kecil, terlebih bila menggunakan termometer air raksa. Pengukuran suhu melalui mulut lebih akurat bila dibandingkan dengan pengukuran melalui ketiak. Tetapi untuk mendapatkan hasil yang akurat, biarkan termometer di dalam mulut selama 3-4 menit sebelum di baca. Selain itu, jangan lupa mengibas-kibaskan termometer sebelum digunakan.

Saat meletakkan termometer ke dalam mulut, pastikan ujung termometer ditempatkan di bawah lidah sejauh mungkin. Sekali lagi, di bawah lidah. Hal ini penting mengingat kebanyakan orang melakukan dengan salah dan sekedar memasukkan termometer ke dalam mulut, dikulum di atas lidah dan cuma selama 1-2 menit saja. Cara pengukuran yang salah tentu menghasilkan informasi yang tidak akurat.

Pengukuran suhu melalui mulut juga dapat menjadi tidak akurat bila 20 menit sebelum pengukuran, Anda minum minuman panas atau dingin. Tindakan tersebut menyebabkan suhu di bawah lidah Anda menjadi berubah dan tidak dapat mewakili suhu tubuh.
Ternyata, tidak sederhana juga ya untuk dapat memakai termometer secara benar.

  • Termometer raksa

Termometer jenis ini sering kali dijumpai pada kotak obat. Termometer raksa memiliki kelebihan yaitu raksa tidak membasahi dinding tabung sehingga dan dapat melihat pengukuran denga teliti dan juga tampilan raksa yang mengkilap akan memudahkan anda dapat melihatnya selain itu termometer raksa dapat mengambil kalor dengan mudah dan yang terakhir pemuaian raksa sangat teratur. Meskipun demikian akan tetapi termometer raksa sudah tidak direkomendasikan dikarenakan gampang pecah dan cairan raksa dapat menguap dan terhirup oleh manusia.

  • Termometer tympanic

Salah satu jenis termometer digital yang menggunakan sinar infrared untuk mengukur suhu tubuh bayi anda. Cara untuk menggunakannya dengan mengarahkan dalam lubang telinga. Termometer tympanic memiliki kekurangan seperti keberadaan kotoran telinga ataupun anatomi telinga akan mempengaruhi akurasi dari pengukuran suhu tubuh.

  • Termometer dahi

Berupa strip atau lempengan/lembaran plastik yang tipis. Penggunaannya dengan cara ditempelkan/dilekatkan di kening si kecil. Panelnya yang peka suhu akan berubah warna sesuai temperatur tubuh. Walaupun cara ini lebih mudah dan praktis, namun tingkat akurasinya ter-bilang rendah, khususnya pada bayi dan anak kecil. Anda perlu menambahkan kira-kira setengah derajat Celcius terhadap angka yang terbaca.

Termometer empeng (Pacifier Thermometer)

Termometer ini memudahkan orangtua saat mengukur suhu tubuh si kecil. Tak perlu pula diselipkan di ketiaknya. Dengan demikian bayi mau menahan termometer tersebut dalam mulutnya. Namun pengukurannya sering tidak akurat hingga tak dianjurkan dipergunakan pada bayi berusia kurang dari tiga bulan.

  • Termometer basal

Bagaimana Cara Penggunaan Termometer Basal?

Temperatur basal adalah temperatur tubuh Anda saat baru bangun pagi. Temperatur ini biasanya juga merupakan temperatur tubuh yang terendah.
Lalu, apa pula yang dimaksud dengan termometer basal? Termometer basal merupakan temometer yang sangat sensitif yang digunakan untuk menilai perubahan temperatur yang sangat sedikit. Cara penggunaannya dapat melalui mulut atau melalui rektal.

Karena suhu yang ingin diukur adalah suhu basal, tentu saja pengukuran suhu dilakukan segera setelah Anda bangun tidur. Jadi, jangan letakkan termometer ini di sembarang tempat. Letakanlah pada lokasi yang sangat mudah dicapai dari tempat tidur. Bila Anda sudah terlanjur bangun dan berjalan, suhu tubuh Anda tentu telah berubah dan pengukuran menjadi tidak akurat.

Perubahan suhu yang terjadi digunakan untuk memperkirakan saat terjadinya pelepasan sel telur (ovulasi) pada wanita. Pada saat ovulasi, umumnya terjadi peningkatan suhu secara mendadak dan tidak kembali normal sampai menstruasi terjadi. Dengan cara ini, kita dapat memperkirakan masa subur secara lebih akurat. Dengan mengetahui kapan ovulasi terjadi, kemungkinan keberhasilan pembuahan akan lebih besar. Karena itu, bagi mereka yang sedang menanti-nantikan datangnya kehamilan, cara ini mungkin dapat dicoba.

  • Termometer rektal

Bagaimana Cara Penggunaan Termometer di Rektal?

Cara ini merupakan cara yang sangat baik hanya saja mungkin kurang menyenangkan. Bayi sebaiknya diukur dengan cara ini mengingat keakuratannya yang lebih tinggi. Suhu yang tercatat umumnya lebih tinggi 10 dibanding pengukuran suhu melalui mulut (oral).
Bila memakai termometer air raksa, pastikan Anda sangat berhati-hati. Gerakan mendadak dari bayi dapat membuat termometer pecah dan menimbulkan bahaya.

Termometer dimasukkan melalui lubang pantat (anus) selama paling sedikit 3 menit. Jangan lupa untuk mengibas-kibaskan dulu termometer tersebut sebelum pemakaian agar air raksa yang sudah naik dapat turun kembali. Untuk mendapat hasil yang optimal, baringkan bayi dalam posisi telungkup di atas alas yang lembut. Pisahkan kedua pantat bayi dengan jari kita lalu masukkan termomoter (yang telah diberi pelicin) sedalam ? 1 inci. Sesudah itu Anda tinggal menunggu selama 3 menit sambil menjaga secara hati-hati agar termometer tidak sampai pecah.

  • Termometer telinga

Bagaimana Cara Penggunaan Termometer di Telinga?

Ini merupakan cara yang cukup canggih di mana yang diukur adalah temperatur gendang telinga. Cara kerjanya dalam menentukan suhu tubuh adalah membaca radiasi infrared yang berasal dari jaringan gendang telinga. Pengukuran dengan cara ini memang memiliki beberapa kelebihan seperti kemampuan untuk mengukur secara lebih tepat temperatur dalam otak. Untuk diketahui, temperatur otak sebenarnya adalah ukuran yang paling tepat dalam hal pengukuran temperatur tubuh. Kelebihan lain adalah penggunaan waktu yang sangat singkat, sekitar 2 sampai 3 detik saja.

Hanya saja, keakuratan termometer model ini memang masih dipertanyakan oleh sebagian kalangan dokter. Selain itu, kelemahan lainnya terletak pada harganya yang masih cukup menguras kantong kita. Karena faktor kekurangakuratan pengukuran khususnya pada anak, termometer telinga tidak dianjurkan pemakaiannya pada anak yang berusia kurang dari 3 tahun.

  • Termometer digital

Bagaimana Cara Penggunaan Termometer Digital?

Ini adalah bagian dari kemajuan teknologi dimana termometer air raksa mulai digantikan oleh cara lain yang relatif lebih aman. Termometer digital biasanya dilengkapi dengan bunyi (misalnya bip) yang akan memberitahukan bahwa pengukuran suhu telah selesai dilakukan. Cara pengukuran umumnya sama dengan cara pengukuran dengan memakai termometer konvensional (air raksa), hanya saja Anda tidak perlu melihat jam untuk mengetahui kapan pengukuran suhu selesai.

Walau demikian, biasakan membaca dahulu petunjuk yang disertakan oleh pabrik pembuat termometer tersebut. Sebab mungkin saja termometer yang Anda beli memerlukan cara berbeda untuk pemakaiannya.

author
No Response

Leave a reply "Jenis Termometer dan Cara Pemakaiannya"