3 Jenis-jenis Popok Kain

No comment 2848 views

3 Jenis-jenis Popok Kain

Popok kain – Popok kain ternyata sangat beragam bentuk dan ukurannya, mungkin para orangtua belum pernah atau belum tahu beberapa popok kain yang akan kami jelaskan di bawah ini.

Berikut adalah contoh jenis popok kain yang sering di pakai oleh orangtua:

Popok kain jenis Flat Diaper

  • Flat diaper dikenal juga sebagai popok kain persegi yang lebar itu.
  • Tahu kan, model popokkain jaman dahulu kala yang harus dilipat-lipat sebelum dipakaikan ke bayi, lalu disemat dengan peniti raksasa supaya nggak lepas & terpasang rapi.
  • Ukuran standar popok kain ini adalah 70×70 cm, tapi ada juga yang membuat ukuran 80×80 cm.
  • Flat diapers ini dibuat dari bahan muslin (muslin squares), katun atau tetra (anyaman benangnya agak carang/semi transparent).
  • Daya serapnya bagus, apalagi setelah dicuci-pakai berkali-kali sampai jadi mengembang & crisp.
  • Tapi kalau terkena ompol relatif cepat merembes & lembab-berat oleh air pipis.
  • Kalau memilih memakai popok kain model ini, siapkan area jemuran yang cukup luas agar muat untuk menjemur popok-popok ini (bahannya lebar, jadi lumayan makan-tempat).
  • Keunggulan lainnya : mudah dibersihkan & cepat keringnya (bahkan kalau dijemur dengan cara diangin-anginkan kipas angin).

Popok kain jenis Fitted diaper

  • Popok kain yang sudah dibuat dengan pola, bentuk & size yang pas (fitted) & ukurannya dibuat berbeda untuk setiap rentang usia bayi (petite-newborn, infant, toddler).
  • Jadi ada ukuran popok kain newborn, S, M, L, XL.
  • Biasanya tetap harus didobel dengan diaper-cover.

Popok kain jenis Insert

Popok kain ini adalah lembaran kain penyerap ompol yang dimasukkan (inserted) kedalam kantong pocket-diaper. Dibuat dari bahan-bahan berdaya serap tinggi seperti katun, microfiber, terry (sejenis handuk), bamboo-fibre, atau hemp (ini yang dayaserapnya paling bagus).

  • Biasanya kalau beli satu one-size pocket diaper sudah termasuk dikasih dua lembar inserts.
  • Biarpun selembar insert ini tampaknya tipis, tetapi dayaserap & daya-tampung cairannya besar… bisa untuk pemakaian antara 3-8 jam.
  • Untuk menambah daya tampung ompol, tinggal tambahkan jumlah insert ke dalam kantung popok.
  • Flat diaper, prefolds maupun kain alas ompol yang dilipat-lipat bisa juga dimanfaatkan sebagai insert, tapi popok akan tampak terlalu tebal di daerah sekitar bokong.
  • Ada beberapa jenis lembaran kain serupa insert yang pemakaiannya cukup diletakkan diatas diaper-cover atau shell; ini biasanya disebut sebagai soaker.
  • Untuk menambah daya serapnya, diatas soaker tinggal ditambahkan lapisan booster. Soaker & booster dibuat sedemikian rupa sehingga kalaupun jenuh menyerap air pipis, permukaannya akan relatif tetap kering (atau, paling-paling sedikiit lembab), sehingga aman saat bersentuhan dengan kulit bayi.
  • Berbeda dengan popok insert : permukaan insert yang sudah banyak menyerap air pipis akan terasa basah-kuyup, Perhatikan cara menggunakan popok kain ini http://www.bilna.com/blog/menggunakan-popok-kain-mari-dicoba/ sehingga sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan kulit bayi karena bisa menimbulkan ruam popok. Sedangkan pada insert yang belum banyak menyerap air pipis, saat kontak dengan kulit bayi bisa menyerap kelembaban kulit sehingga membuat kulit jadi kering.
author
No Response

Leave a reply "3 Jenis-jenis Popok Kain"