7 Hal Sederhana untuk Menanam Kebiasaan Baik

4 Kebiasaan Sederhana untuk Menanam Kebiasaan Baik

Kebiasaan baik – Sudah sepatutnya menanam kebiasaan baik pada anak ditanamkan sejak dini. Bunda dapat membantu proses membetuk karakter anak dengan memberi contoh dari kegiatan – kegiatan setiap hari. Karena pada usia anak – anak merupakan awal mereka mulai mengenal orang terutama bagian dari anggota keluarganya, untuk itu anak – anak cenderung menirukan apa yang dilakukan oleh orang lain baik itu kebiasaan baik maupun kebiasaan buruk.

Untuk itu saatnya Bunda memulai pembentukan karakter anak dengan mencontohkan kebiasaan baik sejak dini mulai dari kegiatan sederhana yang bisa dilakukan sehari – hari dirumah. Disinilah anak dapat mempelajari kemudian menanamkan dalam pikirannya. Lalu kebiasaan baik apa yang harus Bunda terapkan untuk anak? Berikut ulasannya.

Kegiatan Sederhana untuk Menanam Kebiasaan Baik Anak

1. Menjaga Kebersihan

Mengajarkan kebiasaan baik pada anak tidak cukup hanya dengan menasehatinya saja. Anda sebagai orang tua harus memberikan contoh secara nyata. Anda harus ubah kebiasaan buruk Anda yang mungkin dilihat dan diperhatikan oleh anak. Mulai saat ini buanglah sampah pada tempatnya. Entah itu di rumah atau di tempat umum. Anak akan merekam apa yang Anda lakukan dan akan menirunya. Kebiasaan baik ini akan sangat bermanfaat bagi dirinya karena ia akan menghargai kebersihan dan menjadi pribadi yang mencintai lingkungan hidup yang bersih.

2. Mengucapkan Kata “Tolong” dan “Terimakasih”

Anda bisa mulai berkata tolong ketika meminta anak Anda melakukan sesuatu, dan ucapkan terima kasih jika ia telah melakukannya. Berikan anak Anda penghargaan berupa pujian dan kata-kata positif yang membangun. Dengan begini, anak akan belajar menghargai orang lain. Kebiasaan baik semacam ini akan membentuknya menjadi kepribadian yang santun.

3. Kedekatan dan Kontrol Emosi

Akan lebih mudah dan efektif untuk menanamkan kebiasaan baik, jika orang tua memiliki kedekatan dengan anak. Gunakan kasih sayang, pelukan, senyum, dan suara yang lembut, saat Anda ingin menanamkan kebiasaan baik. Jangan selalu menggunakan suara tinggi, sehingga kedekatan dengan anak bisa selalu terjaga. Saat ingin memberi penjelasan tentang kesalahan yang dilakukan anak, lakukan dalam kondisi tenang dan sabar. Peluk dan tatap matanya. Karena anak akan lebih mendengarkan Anda, jika Anda tidak menggunakan emosi.

Gunakan suara tinggi jika memang diperlukan dan di saat yang tepat. Misalnya, saat anak tiba-tiba lari ke jalan raya. Namun, setelah Anda menggunakan suara tinggi, segera kembalikan ke kebiasan baik. Katakan padanya dengan penuh kelembutan, bahwa bermain di jalan raya bisa membahayakan dirinya. Orang tua harus bisa mengontrol emosinya. Gunakan kemarahan dengan penuh kesadaran bukan kerena emosi sesaat. Anak pun akan belajar mengelola emosinya dengan baik.

4. Disiplin dan Konsisten

Keberhasilan menanamkan kebiasaan baik, diperlukan kedisiplinan dan konsistensi. Buat aturan kebiasaan baik, yang juga harus dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga. Anda bisa menerapkan time out atau hukuman ringan jika dilakukan pelanggaran, seperti duduk di kursi. Namun, hukuman yang Anda terapkan harus ada batas waktunya. Karena jika terlalu lama, anak justru akan semakin kebal dengan hukuman tersebut. Terapkan hukuman maksimal 5 menit saja. Dan upayakan untuk selalu menjaga kedekatan.

Misalnya, saat Anda memberlakukan hukuman duduk di kursi, ikutlah duduk bersamanya, sambil peluk dia. Jika ia terus meronta-ronta, biarkan saja, beri dia kesempatan untuk mengekspresikan kemarahannya. Hal ini, penting untuk perkembangan emosional anak. Namun, beri penjelasan juga, bahwa emosi atau kemarahan juga ada batasnya. Setelah hukuman selesai, biarkan anak beraktivitas kembali seperti biasanya, jangan ditambah lagi dengan omelan dan kemarahan. Biarkan dia bermain kembali dengan ceria.

5. Mencuci Tangan

Sangat penting untuk membiasakan anak mencuci tangan sebelum makan. Ajarkan kepadanya dengan memberikan contoh langsung, serta berikan penjelasan sederhana tentang dampak negatif jika ia tidak mau mencuci tangan sebelum makan. Anda bisa bercerita pada malam hari menjelang tidur, atau membacakan buku tentang beberapa penyakit yang dapat disebabkan akibat tidak mencuci tangan sebelum makan.

6. Makan dengan Benar

Anak kecil memang belum bisa mengontrol gerakan mulutnya saat makan. Jadi ketika ia makan, dan dengan semangat memasukkan semua makanan ke dalam mulutnya sampai penuh, akan menimbulkan suara yang mungkin kurang nyaman untuk didengar oleh orang di sekitarnya. Meski banyak orang dewasa yang sampai saat ini tidak mempermasalahkan cara makan seperti ini, tidak ada salahnya Anda mengajarkan anak-anak kebiasaan baik untuk menutup mulut saat makan. Ia akan belajar tentang sopan santun. Dan ketika ia dewasa kelak, ia sudah akan terbiasa berperilaku sopan saat makan dan mengajarkannya pula pada anak-anaknya.

7. Membiasakan Menabung

Membiasakan si kecil untuk menabung sedari masih belia adalah hal yang baik, terutama ketika anak mulai belajar di sekolah. Ini akan melatihnya untuk lebih bijak dalam menggunakan uang, serta melatih kesabaran untuk bisa mendapatkan sendiri barang yang diinginkannya. Tentu Anda tidak seharusnya memaksa anak menentukan berapa jumlah uang yang harus ditabung setiap harinya, tapi Anda bisa mengawasi agar anak tidak membeli barang-barang yang berbahaya.

Itulah beberapa contoh kegiatan sederhana yang dapat Anda tanamkan agar anak mampu melakukan kebiasaan baik. Tidak sulit untuk melakukan hal itu sebab kebiasaan dilakukan karena terbiasa untuk itu jangan lupa membiasakan anak Anda berbuat baik ya Bunda!

author
No Response

Leave a reply "7 Hal Sederhana untuk Menanam Kebiasaan Baik"