4 Perubahan Emosi Setelah Melahirkan

No comment 1133 views

4 Perubahan Emosi Setelah Melahirkan

Perubahan emosi setelah melahirkan – Kehadiran bayi merupakan hal yang sangat ditunggu – tunggu bagi setiap pasangan suami istri yang telah lama menantikan momongan dan wanita akan merasa dirinya sempurna jika dapat melahirkan anak yang sehat tanpa kurang suatu apapun. Keluarga menjadi lengkap dengan hadirnya sosok bayi kecil yang akan memberi warna hari – hari Anda, selain itu kesibukan baru akan dilakukan oleh ibu yang telah melahirkan.

Setelah melahirkan tentu saja tidak hanya merubah kebiasaan Anda, namun juga merubah fisik maupun emosi ibu baru karena melahirkan adalah proses yang merubah seluruh sendi kehidupan seorang wanita. Jika dilihat perubahan fisik setelah melahirkan wanita akan tampak lebih gemuk daripada sebelumnya. Namun jika dilihat melalui perubahan emosi setelah melahirkan, wanita akan mengalami hal – hal berikut ini:

Perubahan emosi pasca melahirkan

1. Baby blues

Sebanyak 70-80 persen wanita mengalami baby blues pasca melahirkan. Perasaan ini muncul karena adanya perpaduan antara kegelisahan, kelelahan dan perubahan hormonal dalam tubuh. Perasaan ini normal, meskipun pada beberapa wanita muncul lebih dalam dan kuat.

Gejala-gejala baby blues :

  • Kurang nafsu makan
  • Depresi
  • Merasa tidak berdaya
  • Menolak bayi
  • Merasa kejam
  • Merasa ingin bunuh diri
  • Tidak mau menyusui
  • Insomnia

Untuk mengatasi baby blues ini, dukungan pasangan dan keluarga amatlah besar. Dalam beberapa kasus yang berat, melibatkan psikiater merupakan pilihan yang baik.

2. Cemburu

Kehadiran bayi yang serta merta membuat seluruh perhatian terpusat padanya, baik dari pasangan maupun keluarga besar, kadangkala menimbulkan kecemburuan. Anda merasakan tidak lagi diperhatikan seperti sebelumnya.

Salah satu jalan keluar untuk mengatasi hal ini adalah membicarakannya dengan pasangan secara terbuka. Jelaskan keinginan dan bantuan yang Anda harapkan dari pasangan.

3. Perubahan gaya hidup

Ketika Anda memutuskan untuk memiliki anak, ketika itu pula Anda telah menandatangani kontrak kerja seumur hidup.

Segera setelah Anda merasakan adanya detak kehidupan dalam tubuh, sejak itu pula perubahan demi perubahan akan terus berlangsung dalam kehidupan Anda.

Tidak selamanya perubahan itu diterima dengan mudah, namun ada baiknya Anda mengantisipasi sejak awal. Misalnya dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut :

  • Menyadari tanggung jawab Anda sebagai orangtua
  • Menjalin persahabatan dengan orang-orang yang telah memiliki anak
  • Jangan terlalu membebani diri dengan tugas-tugas yang tidak penting
  • Jangan terlalu resah memikirkan penampilan
  • Usahakanlah untuk memiliki waktu istirahat yang cukup
  • Komunikasikanlah segala sesuatunya dengan pasangan dan keluarga Anda
  • Jangan menarik diri secara drastis dari kegiatan sebelumnya, melainkan lakukan secara bertahap.
  • Mintalah pertolongan orang lain bila Anda merasa membutuhkan bantuan

4. Merasa terisolasi

Kehadiran bayi yang menggantungkan seluruh hidupnya pada keberadaan orang dewasa di sekitarnya, terutama ibu, membuat Anda merasa terjebak dalam ruang dan waktu yang tak berujung. Kondisi ini kerap membuat kehidupan Anda terputus dari dunia luar.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, salah satu langkah yang mesti Anda lakukan adalah berdamai dengan kondisi tersebut.

Cobalah untuk menikmati ritme bayi Anda. Percayalah ikatan batin yang terjalin antara bayi dan Anda amat layak untuk diperjuangkan.

Itulah perubahan emosi setelah melahirkan yang akan Anda rasakan setelah hadirnya bayi dalam kehidupan Anda. Walaupun hidup Anda akan berubah, namun ada bainya Anda tetap menikmati setiap perubahan tersebut. Tentu saja lama kelamaan akan terbiasa dengan kondisi tersebut setelah beberapa minggu dan rasa puas yang akan muncul sendirinya. Baca juga : 5 Kesalahan yang Sering Dilakuan Ibu Baru Pasca Melahirkan

author
No Response

Leave a reply "4 Perubahan Emosi Setelah Melahirkan"