5 Tips Agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi

Tips Agar Anak Mau Ke Dokter Gigi

Memeriksakan gigi ke dokter gigi secara rutin enam bulan sekali merupakan rekomendasi para ahli untuk semua orang, tidak terkecuali anak-anak. Masalahnya, terkadang anak enggan mengunjungi dokter gigi dengan berbagai alasan, salah satunya adalah takut.

Rasa takut ke dokter gigi ini perlu segera diatasi sebab melakukan pemeriksan secara rutin dapat mencegah berbagai masalah kesehatan gigi pada anak, misalnya gigi berlubang atau karang gigi. Bingung bagaimana menghilangkan ketakutan putra Anda ini? Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasinya:

  • Mulailah sejak dini

Ajaklah anak ke klinik gigi sejak usia dini untuk mengajarkan bahwa mengunjungi dokter gigi adalah kebutuhan mereka. Entah untuk perawatan rutin atau memerlukan tindakan cepat, pergi ke dokter gigi adalah agenda yang tak boleh dilewatkan. Waktu terbaik untuk melakukan kunjungan yang pertama adalah pada usia 1 tahun atau saat gigi pertamannya terlihat.

  • Dokter gigi adalah teman

Sebelum melakukan kunjungan ke dokter gigi, jelaskan bahwa Pak Dokter adalah teman dan akan membantu anak menjaga giginya tetap sehat. Selain itu, cobalah tidak memberikan terlalu banyak penjelasan terutama untuk kunjungan yang pertama demi menghindari anak mengajukan banyak pertanyaan. Selain itu, jangan katakan bahwa semua akan baik-baik saja, karena jika anak ternyata perlu pengobatan, ia mungkin akan kehilangan kepercayaan terhadap dokter gigi dan Anda.

  • Hati-hati saat bicara

Saat mengajak anak ke dokter gigi, usahakan tidak menggunakan kata-kata yang menakutkan seperti “sakit”. Biarkan staf klinik dokter gigi yang memperkenalkan kosakata mereka sendiri untuk membantu anak dalam situasi yang sulit. Selalu gunakan kata-kata postif agar kunjungan tersebut terasa menyenangkan, seperti kata “bersih”, “kuat”, “gigi sehat”.

  • Berlatih di rumah

Sebelum melakukan kunjungan pertama ke dokter gigi, Anda dapat berlatih dahulu di rumah. Berpura-puralah menjadi dokter gigi dan anak adalah pasiennya. Mulailah simulasi ini dengan menghitung gigi anak mulai depan hingga belakang. Hindari membuat suara-suara seperti mengebor atau suara lain yang menakutkan. Anda juga dapat memegang cermin dan menunjukan bagaimana dokter gigi melihat dan memeriksa giginya nanti. Langkah terakhir,  biarkan anak menggunakan sikat gigi untuk membersihkan gigi dan mulutnya supaya ia nyaman saat kunjungan yang nyata nanti.

  • Jangan membawa anak ke dokter gigi Anda

Jangan membawa anak saat  melakukan kunjungan ke dokter gigi langganan Anda. Orang tua sendiri kadang tanpa sadar cemas dengan kunjungannya dan anak-anak dapat merasakan ketakutan itu. Tempat praktik dokter gigi spesialis anak sendiri biasanya memiliki desain dan fasilitas hiburan seperti dinding dengan gambar tokoh kartun atau berbagai mainan di ruang tunggunya.

Satu hal yang tak kalah penting adalah persipakan diri Anda saat anak rewel ketika akan diperiksa oleh dokter gigi. Hal itu normal karena adalah pembawaan anak-anak untuk menangis, merengek dan ketakutan saat diperiksa oleh orang asing. Anda harus tetap tenang dan biarkan dokter gigi dan stafnya bekerja karena mereka telah terlatih dan biasa menghadapi “amukan” anak-anak.

No Response

Leave a reply "5 Tips Agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi"