Awasi Tanda-Tanda Stres pada Anak

No comment 156 views

Stres adalah kata yang kita kira hanya ada di dalam dunia orang dewasa. Setelah kita terjun dan menjadi bagian dari masyarakat, kita akan langsung dihimpit dengan berbagai macam tuntutan dan tanggung jawab. Banyak dari kita yang ingin kembali lagi menjadi anak-anak, karena bagi kita masa kanak-kanak merupakan masa yang paling membebaskan. Well, siapa bilang? Karena sebenarnya anak pun bisa stres lho. Apa saja penyebabnya, sekaligus apa saja tanda-tanda stres pada anak?
Sama seperti orang dewasa, penyebab dan tanda-tanda stres pada anak pun bermacam-macam. Kebingungan mereka dalam mengenali dan mengekspresikan emosi-emosi negatif bisa jadi salah satunya. Buat anak-anak yang duduk di bangku sekolah pun mereka sudah langsung ditempatkan di bawah pressure atas ekspektasi orangtua dan guru-gurunya untuk memperoleh nilai yang bagus bisa menjadi pemicu bagi mereka untuk berekspektasi, atau malah mereka menjadi down dan stres karena mereka merasa tidak mampu mencapai ekspektasi tersebut.

 

Tekanan untuk fit in dan bullying ternyata terjadi jauh lebih sering dari yang kita ketahui. Dan tanpa kita sadari hal tersebut bisa berdampak pada tingkat stres anak di sekolah. Jadwal les bimbingan belajar yang terlalu padat sehingga membuatnya tidak dapat menikmati waktu bermain layaknya teman-teman sebaya juga bisa jadi penyebab di balik stres yang dialami anak Anda. Apakah Anda dan pasangan sering bertengkar? Hati-hati, bisa jadi ia menjadi stres gara-gara itu.
Mengetahui dan juga membantu anak-anak mengatasi rasa stres yang dialami sangatlah penting untuk kesehatan mental anak Anda. Tapi untuk mengetahui tanda-tanda pasti dari anak yang terkena stres ternyata tidak gampang. Tiap anak menunjukkan gejala-gejala stres yang berbeda. Beberapa anak mungkin mengalami perubahan perilaku menjadi lebih murung, suka menyendiri, atau malah menjadi lebih clingy. Anak yang stres akibat menjadi korban bulllying juga sering mengeluh sakit perut, sakit kepala, dan gemar membolos.
Dalam bidang akademik, performa anak pun terlihat menurun, dan ia juga sering terlihat mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi dalam menyelesaikan tugas sekolahnya. Tidak jarang ia juga sering terbangun di tengah malam akibat mimpi buruk. Anak yang lebih tua juga bisa menunjukkan perilaku negatif saat berinteraksi dengan teman-temannya dengan menjadi penindas. Atau malah ia mulai punya kebiasaan untuk berbohong.
Stres dalam kadar yang normal memang menjadi hal yang baik. Tapi stres yang berlebihan dapat mengakibatkan dampak psikologis yang negatif pada anak-anak. Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda stres pada anak di atas, jangan terburu-buru untuk memarahinya, Moms. Ajaklah ia berdiskusi dan jadilah pendengar yang baik dengan mendengarkan segala keluh kesahnya. Dan jika memungkinkan bantu ia menemukan jalan keluar yang ia butuhkan.

author
No Response

Leave a reply "Awasi Tanda-Tanda Stres pada Anak"