Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Ikut Donor ASI

60donor-asi

Segera setelah bayi Anda melahirkan, ia akan langsung membutuhkan asupan ASI, dan hanya ASI untuk membantu menyokong tumbuh kembangnya selama 6 bulan pertama kehidupannya. Masa 6 bulan ASI eksklusif merupakan masa yang sangat penting, namun tak jarang beberapa ibu hamil mengalami masalah kesehatan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan ASI yang diperlukan oleh bayinya. Dan beruntungnya, gerakan donor ASI sudah mulai digalakkan dan terbukti telah membantu banyak ibu dan anaknya.
Tentu saja, ibu bisa lebih memilih alternatif susu formula dibandingkan mengikuti donor ASI. Akan tetapi, donor ASI dinilai lebih aman untuk kesehatan bayi dan memiliki zero risk reaksi alergi dibandingkan dengan jika Anda memberikan susu formula pada bayi Anda. Tapi sebelum mengikuti program donor ASI, ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal penting di bawah ini.
• Yang pertama adalah persyaratan jika ibu ingin berpartisipasi menjadi donor. Yang pertama adalah Anda harus bersedia untuk menjalani tes darah. Jika hasil tes darah menunjukkan bahwa Anda positif mengidap HIV, HTLV, Sifilis, Hepatitis B, dan hepatitis C, maka Anda dilarang untuk ikut mendonorkan ASI.

Hal yang sama berlaku jika Anda punya gaya hidup bergonta-ganti pasangan seksual. Perokok, pengguna obat-obatan terlarang , pengkonsumsi alkohol juga dilarang keras. Selain itu, jika Anda baru-baru ini menerima transfusi darah atau transplantasi organ atau jaringan, Anda juga tidak disarankan untuk mendonorkan ASI.
• Pemberian ASI hasil donor juga sebaiknya tidak dijadikan sebagai solusi permanen. Apabila Anda mengalami kesulitan dalam menyusui, maka Anda tetap wajib untuk berkonsultasi dengan dokter ahli untuk menemukan cara agar aliran ASI Anda lancar. Begitu juga jika Anda mengalami lecet pada area puting saat menyusui, ada banyak artikel di internet yang bisa Anda jadikan sebagai rujukan untuk meringankan rasa sakit selama menyusui.

 

• Ibu baru akan mendapatkan sokongan donor ASI penuh jika ibu didiagnosa terkena HIV+, atau jika ibu mengidap sakit berat lainnya seperti psikosis, sepsis, eclampsia, infeksi virus herpes, dan infeksi virus berbahaya lainnya dalam kurun waktu 5 hari sebelum dan dua hari setelah persalinan.

Selain itu, ibu mantan pengguna narkoba yang tengah menjalani rehabilitasi pun diperbolehkan untuk menerima donor ASI. Ibu yang mengalami kelainan payudara atau adanya jaringan pada payudara ibu yang tidak berkembang juga masuk ke dalam daftar prioritas penerima donor ASI.
Demikianlah beberapa informasi mengenai donor ASI, yang semoga saja dapat bermanfaat untuk Anda.

author
No Response

Leave a reply "Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Ikut Donor ASI"