Ini Cara Membedakan Kontraksi Asli Dengan Kontraksi Palsu

Cara Membedakan Kontraksi Asli Dengan Kontraksi Palsu

Masa trimester ketiga, merupakan masa kehamilan akhir yang juga menandakan bahwa sebentar lagi hari persalinan akan tiba. Perkembangan janin pun mulai mencapai tahap akhir dan dapat berfungsi secara sempurna untuk mendukung janin ketika ia lahir nanti. Anda pun mulai merasakan kontraksi-kontraksi kecil yang merupakan tanda bahwa otot rahim tengah mempersiapkan diri untuk mendorong bayi keluar saat hari persalinan tiba. Kontraksi otot rahim tersebut seringkali membuat ibu hamil terkecoh dan menyangka bahwa mereka akan melahirkan bayi dalam keadaan prematur.  Padahal bisa jadi hal tersebut hanyalah kontraksi palsu, lho Moms. Nah, bagaimana ya cara membedakan kontraksi asli dengan kontraksi palsu?

Walaupun sekilas terasa mirip, ada cara membedakan kontraksi asli dengan kontraksi palsu, yaitu dengan menggunakan kepekaan indera perasa Anda. Kontraksi palsu, atau Braxton Hicks pada umumnya ditandai dengan perut yang terasa mulas (namun tidak nyeri) yang timbul mulai dari bagian atas rahim yang kemudian merambat ke area pinggul. Interval kemunculannya pun cenderung tidak teratur. Anda dapat merasakannya selama 20 detik di satu hari, dan selama 2 menit atau lebih dalam hari yang lain.  Baca juga: Berikut Pencegahan Kejang dan Keracunan pada Kehamilan

Rasa mulas yang disebabkan oleh kontraksi palsu pun akan hilang dengan sendirinya, bahkan kontraksi tersebut pun akan menghilang saat Anda berjalan-jalan atau mengubah posisi duduk. Kontraksi palsu pada umumnya muncul pada usia kehamilan sekitar 20 minggu hingga 40 minggu.

Di sisi lain, kontraksi asli menimbulkan perasaan mulas-mulas disertai dengan nyeri otot yang dimulai dari bagian pinggang hingga daerah perut bagian bawah. Kemunculannya pun lebih teratur dengan interval yang tetap. Jarak antara masing-masing kontraksi asli pun akan semakin pendek seiring dengan semakin dekatnya waktu persalinan.

Dan apabila kontraksi palsu dapat terhenti dengan mudah ketika Anda melakukan gerakan-gerakan sederhana, kontraksi asli akan tetap terjadi walaupun Anda telah mengubah posisi duduk dan berbaring atau saat Anda berjalan-jalan. Kontraksi asli pada umumnya muncul saat usia kehamilan 37-40 minggu. Sehingga jika Anda merasakan adanya kontraksi asli yang intens bahkan sebelum mencapai minggu ke-37 maka Anda wajib menghubungi dokter kandungan. Karena besar kemungkinan Anda akan melahirkan bayi Anda dalam keadaan prematur.

Beberapa ibu hamil juga menyatakan bahwa kontraksi palsu dan kontraksi asli dapat dibedakan melalui sensasi yang ditimbulkan. Kontraksi palsu lebih sering dideskripsikan sebagai rasa kram pada bagian perut yang sering Anda alami saat sedang dalam masa menstruasi. Rasa sakit yang ditimbulkan pun cenderung ringan, walaupun tetap saja tidak jarang rasa kram tersebut mengganggu kenyamanan Anda.

Akan tetapi sebaliknya, rasa sakit yang disebabkan oleh kontraksi asli cenderung terasa ringan namun seiring dengan meningkatnya frekuensi dan interval dari kemunculannya. Rasa sakit tersebut sedemikian intens sehingga seringkali Anda akan kewalahan menahan rasa sakit itu. Dan dibandingkan dengan saat terjadinya kontraksi palsu, kontraksi asli tidak dapat diredakan dengan cara apapun.

Selain itu, perbedaan antara kontraksi palsu dan kontraksi asli juga dapat dilihat dari ada tidaknya gejala lain yang mengikuti. Saat kontraksi asli terjadi, seringkali Anda akan menemukan keluarnya cairan yang tidak biasa yang keluar dari vagina Anda. Hal tersebut bisa jadi berupa lendir berdarah atau cairan vagina yang lainnya.

Demikianlah beberapa cara membedakan kontraksi asli dengan kontraksi palsu. Anda tidak perlu khawatir jika Anda mengalami kontraksi palsu, karena fenomena tersebut adalah hal alami dan akan dialami oleh semua ibu hamil yang akan melahirkan.

author
No Response

Leave a reply "Ini Cara Membedakan Kontraksi Asli Dengan Kontraksi Palsu"