Cara Mendidik Anak Yang Suka Berteriak & Menangis Keras

Pendidikan karakter – Dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak seringkali kita sebagai orang tua menghadapi kebiasaan baru yang dilakukan oleh buah hati kita. Seiring dengan berjalannya waktu tanpa kita sadari anak sudah bisa melakukan beberapa hal dan hal itu akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Namun tentu saja kita harus mengontrol setiap kebiasaan yang dilakukan anak tersebut, karena tidak semua kebiasaan itu positif. Salah satu kebiasaan buruk dari anak yang mungkin sekarang anda sedang hadapi adalah suka berteriak.

Tentu saja berteriak yang sudah menjadi kebiasaan akan sangat menjengkelkan, dan biasanya para orang tua meresponnya dengan memarahi anak tersebut dengan berteriak pula karena sudah sangking jengkelnya. Hal ini juga sama menjengkelkan dengan kebiasaan anak yang suka menangis dengan volume yang keras jika permintaannya tidak dipenuhi. Nah hal ini tentu tidak boleh dibiarkan agar tidak menjadi kebiasaan yang pada akhirnya membentuk karakter yang negatif pada buah hati anda.

Mungkin anda sebagai orang tua penasaran mengapa anak suka berteriak? Banyak faktor yang menyebabkan anak suka berteriak. Berikut ini adalah daftarnya:

  1. Anak yang suka berteriak biasanya sedang mencari perhatian. Jadi agar dia mendapatkan respon dari orang-orang di sekelilingnya maka anak akan melakukan hal yang ekstrim. Ya, salah satunya dengan cara berteriak. Jika seorang anak mulai merasa tidak dipedulikan ketika ia hendak mengungkapkan sesuatu, maka naluri anak tersebut akan mendorongnya untuk berteriak agar mendapatkan perhatian.
  2. Di usia anak pra sekolah seorang anak akan memiliki sifat ego yang tinggi, sehingga ia tidak akan peduli dengan dampak yang dilakukannya seperti berteriak. Ia akan melakukan apa pun yang ekstrim untuk menjadi pusat perhatian.
  3. Karena sudah memasuki tahap dalam kemampuan berbicara, maka anak akan mengungkapkan sesuatu dengan lebih, salah satunya dengan berteriak karena mereka menganggap bahwa jika mereka berteriak maka orang disekelilingnya akan lebih memahaminya.
  4. Jangan lupa bahwa anak adalah peniru yang ulung. Mereka bisa saja memperhatikan orang-orang di sekelilingnya yang suka berbicara dengan keras, (bisa jadi pada saat marah) dan seketika itu juga menirunya dengan berbuat yang sama.

Nah kami memiliki solusi untuk Cara mengatasi anak suka berteriak atau anak tantrum dan anda harus melakukannya dengan perlahan-lahan, sabar, dan bertahap demi pendidikan karakter anak yang baik. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Berikan respon yang menunjukkan pengertian. Seperti dengan memberi respon lembut “Iya sayang, ibu denger kok, nggak usah teriak-teriak ya”. Usahakan untuk tidak memberikan respon yang terkesan menasehati dengan kalimat yang panjang., karena hal itu malah akan membuatnya bingung dan tidak menangkap maksud anda.
  2. Berikanlah contoh yang baik kepada anak. Anda sebagai orang tua harus memberi teladan terlebih dahulu, jika anda sedang marah karena sesuatu jangan lah berbicara dengan suara yang keras, atau minimal jangan melakukannya di depan buah hati anda agar tidak ditiru dan menjadi kebiasaan yang dianggap normal olehnya.
  3. Anda juga bisa mengatasinya dengan berbicara menatap matanya dengan tajam dan berbicara dengan lembut namun tegas. Maka otomatis anak anda akan menyimak dan berusaha menenangkan dirinya untuk mendengarkan suara lembut anda. Hindari sebisa mungkin membalasnya dengan teriakan pula, ini akan malah memperburuk keadaan, ia akan berpikir bahwa teriakan harus direspon juga dengan teriakan.
  4. Hindari untuk anak anda mendengarkan segala sesuatu yang ada di rumah dengan volume yang keras. Seperti TV dan Radio ataupun yang lainnya. Karena anak akan merasa terganggu juga dengan keberisikan tersebut dan berusaha mengalahkan volume berisik itu dengan berteriak atau menangis dengan suara yang keras.
  5. Ajar anak anda untuk mengontrol volume berbicaranya. Jelaskan padanya bagaimana untuk berbicara yang tidak mengganggu lingkungan sekitar. Bantu dia menyadari bahwa kebiasaan berteriak itu tidak baik. Ajarkan pula bahwa tidak di semua tempat dan waktu dia bisa mengekspresikan dirinya dengan berteriak, berikan penjelasan bahwa dia boleh berteriak di tempat-tempat dan di saat-saat tertentu seperti saat bermain dan di tempat hiburan.
  6. Jika cara di atas masih belum berhasil, maka cobalah untuk mengabaikannya. Hal ini dapat dilakukan untuk mengajarinya bahwa teriakan tidak akan dapat membuatnya mendapatkan apa yang dia inginkan dan membuat dia mendapat respon yang positif. Lama kelamaan dia akan menyerah akan kelakuannya yang suka berteriak itu dan mulai mencoba tenang untuk mendapat respon dari anda.
  7. Mengajarkan konsekuensi pada anak. Jadi, sebelum anak Anda mulai ngamuk, Anda bisa berbicara padanya tentang konsekuensi negatif dari perilakunya. Misalnya saja, “Nak, kalau kamu berteriak dan menangis setelah Ibu matikan TV-nya, besok kamu tidak boleh nonton TV seharian, lho.” Cara ini bisa membuat anak tak lagi rewel atau merengek saat keinginannya tidak dipenuhi, meski kesal, dia akan diam saja tanpa marah dan berteriak.

Demikianlah beberapa tips mengenai pendidikan karakter anak untuk cara mengatasi anak suka berteriak. Anda telah mengetahui penyebab anak suka berteriak dan cara mengatasinya. Lakukanlah dengan sabar dan penuh cinta sebagai orang tua yang baik. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Nah Baca Juga yuk :

Hentikan 6 Kebiasaan Buruk Anak ini Sekarang Juga!

Beberapa Terapi Khusus Bagi Anak Down Syndrome

4 Tips Cara Mengasuh dan Mengembangkan Anak Autis

author
No Response

Leave a reply "Cara Mendidik Anak Yang Suka Berteriak & Menangis Keras"