Melahirkan Normal Dengan Kondisi Mata Minus? Bisa!

Melahirkan Normal Dengan Kondisi Mata Minus

Moms, setelah masa penantian kehamilan sepanjang 9 bulan lamanya tentu Anda menyambut dengan penuh kegembiraan karena kini Anda telah berada di usia kehamilan bulan ke-9, dan waktu persalinan pun tinggal menghitung hari. Sebagai mom-to-be yang sebentar lagi akan menjalani proses persalinan yang pasti Anda akan merasakan emosi yang bercampur adur, antara rasa senang dan khawatir, terutama bagi Anda yang memiliki kelainan mata minus (miopi). Dan dalam hati Anda pun, Anda akan bertanya-tanya, mungkinkah untuk melahirkan normal dengan kondisi mata minus?  Baca juga: 3 Tips Untuk Mengurangi Nyeri Kontraksi

Anda tentu beberapa kali pernah membaca bahwa Bunda dengan kelainan mata miopi memiliki resiko besar menjadi buta pasca persalinan yang diakibatkan oleh robek dan lepasnya retina mata, atau yang lebih sering dikenal sebagai ablasio retina. Ablasio retina pada umumnya bisa terjadi pada siapapun, seperti pada ibu hamil yang terkena pre-eclampsia, diabetes, atau komplikasi penyakit yang lain. Walaupun demikian, ibu hamil dengan tingkat minus tinggi (yaitu di atas minus 6) memiliki resiko yang lebih tinggi terkena retina ablasio dibandingkan dengan ibu hamil yang lain. Tidak mengherankan jika banyak ibu hamil dengan minus mata tinggi menjadi khawatir dan lebih memilih untuk melahirkan melalui prosedur caesar. Akan, tetapi tahukah Anda bahwa ternyata masih ada harapan bagi Anda untuk melahirkan normal dengan kondisi mata minus?

Dengan semakin majunya ilmu teknologi dan kedokteran, mitos mengenai retina lepas saat Anda mengejan selama proses persalinan mulai di-debunk. Menurut hasil penelitian terbaru, ditemukan bahwa sebenarnya terdapat kecil sekali hubungan antara mengejan dengan lepasnya retina mata. Di dalam penelitian yang melibatkan 10 orang wanita yang mengidap lattice degeneration, peneliti menyimpulkan bahwa wanita dengan masalah pada retina pun sebenarnya masih dapat melalui proses persalinan dengan normal.

Nantinya, oleh dokter akan dilakukan pemeriksaan mata dengan mengenakan alat khusus bernama opthalmoscope. Alat ini akan membantu dokter untuk mengetahui ada tidaknya robekan pada retina, sekaligus juga untuk mengetahui kondisi dari retina mata Anda. Apabila diketahui kondisi retina mata ibu hamil mengalami penipisan atau keretakan, maka prosedur pengobatan retina mata menggunakan laser. Laser merupakan metode modern yang dapat membantu mengobati retaknya retina sekaligus mencegah terjadinya ablasio retina. Akan tetapi sayangnya, jika retina mata Anda diketahui telah menipis, maka dokter akan sangat menyarankan Anda untuk tidak memaksakan keadaan dan memilih prosedur kelahiran yang lebih aman, yaitu dengan operasi caesar.

Pemeriksaan retina ini sebaiknya dilakukan secepat mungkin. Alasannya adalah proses pengobatan retina bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama, selain itu dengan pemeriksaan rutin, apabila terdapat penipisan atau keretakan retina, dokter akan mengetahuinya lebih cepat sehingga dapat memberikan alternatif pengobatan lain yang dapat membantu mencegah terjadinya ablasio retina.

Selain itu, memperbanyak konsumsi sayuran yang mengandung vitamin A seperti wortel dapat membantu merawat sel-sel syaraf mata sehingga besar kemungkinan dapat membantu mencegah terjadinya penipisan retina.

Akan tetapi, tetap saja keputusan untuk melahirkan normal dengan mata minus perlu dipertimbangkan secara seksama, karena sekali lagi, masih ada kemungkinan terjadinya perobekan retina mata saat proses persalinan yang dapat semakin mengganggu kemampuan melihat ibu, hingga tidak jarang berakibat pada kebutaan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, langkah terbaik adalah dengan memeriksakan kondisi retina mata Anda terlebih dahulu sebelum Anda memutuskan untuk menjalani persalinan normal.

Demikianlah informasi singkat mengenai kemungkinan melahirkan normal dengan kondisi mata minus. Semoga informasi di atas bermanfaat dan menginspirasi Anda, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Melahirkan Normal Dengan Kondisi Mata Minus? Bisa!"