Perhatikan Cara Membedong Bayi yang Benar Berikut!

Perhatikan Cara Membedong Bayi yang Benar Berikut!

Cara membedong bayi yang benar – Banyak hal yang harus diperhatikan oleh ibu saat bayi baru lahir, dari mempersiapkan perlengkapan bayi baru lahir, perawatan bayi dan lain – lain. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang masih percaya dengan mitos dan tradisi yang berkembang dari zaman dahulu. Mitos dan tradisi tersebut terkadang tidak dapat dicerna oleh akal sehat serta beberapa diantaranya salah. Salah satunya yaitu membedong bayi dengan tujuan agar kakinya lurus.

Sebenarnya membedong bayi justru tidak baik dilakukan jika tekniknya salah, hal ini justru akan beresiko pada kesehatan bayi. Membedong anak bayi yang baru lahir adalah tradisi yang telah dilakukan berabad – abad lalu dan dipercaya dapat memberi rasa nyaman dan kehangatan seperti saat bayi masih berada dalam kandungan. Selain itu membedong bayi juga diyakini dapat menenangkan bayi yang rewel. Namun jika Anda ingin melakukan hal tersebut perlu memahami cara membedong anak bayi yang baik dan benar.

Tips cara membedong bayi yang benar

1. Bayi hanya boleh dibedong setelah kebutuhannya terpenuhi, misal makan dan mengganti popok. Jika bayi yang telah dibedong mengerutkan alis dan tangannya mengepalkan tinju, maka masih ada hal lain yang dibutuhkan bayi. Menangis adalah satu-satunya cara bayi untuk menyatakan bahwa dirinya membutuhkan sesuatu.

2. Hindari membedong bayi sepanjang waktu. Sebuah studi telah menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang rutin dibedong akan jarang bergerak, kurang efektif minum susu, dan memiliki berat badan lebih besar daripada bayi yang tidak dibedong.

3. Bayi yang dibedong akan lebih cepat tertidur bahkan selama minum susu. Padahal bayi yang baru lahir membutuhkan makanan berupa air susu sebanyak 8 sampai 12 kali dalam waktu 24 jam untuk mencegah dehidrasi.

4. Bayi memerlukan kontak dengan kulit ibu untuk membantu mengatur suhu tubuh, denyut jantung, pernapasan, kadar hormon, dan memantapkan ikatan antara ibu dan bayi. Bedong dapat mengurangi kontak bayi dengan ibunya, sehingga jangan membedong bayi sepanjang waktu.

5. Kain bedong harus nyaman dan tidak boleh terlalu ketat. Bedong tidak harus benar-benar menjaga bayi untuk tidak bergerak sama sekali. Bayi harus bergerak untuk mengembangkan kontrol otot dan sistem sarafnya, dan untuk menjaga kelancaran aliran darah ke seluruh tubuh.

6. Sebelum membedong bayi, pastikan dulu posisinya sudah tepat yaitu dengan pinggul dan kaki dalam posisi yang sejajar. Jika tidak diperhatikan maka akan terjadi kesalahan saat membedong bayi yang dapat menyebabkan kelainan seperti radang sendi, sakit kronis, dan lain – lain pada kemudian hari.

7. Jangan membedong bayi hingga usianya lebih dari tiga bulan karena hal ini dapat menyebabkan gangguan pada perut bayi.

Jika Anda telah mengetahui cara membedong bayi yang benar di atas, Anda dapat mempraktekannya dalam kehidupan sehari – hari. Anda harus benar – benar meperhatikan hal tersebut agar tidak terjadi kesalahan yang fatal terhadap kesehatan bayi. Baca juga : Waspada Terjadinya Stunting pada Anak!

author
No Response

Leave a reply "Perhatikan Cara Membedong Bayi yang Benar Berikut!"