Suami Wajib Baca! Ketahui Tentang Baby Blues Syndrome

Mengenal-Baby-Blues-Syndrome-dan-Gejalanya-1

Ketika kita menyinggung tentang topik persalinan, pastinya mayoritas menganggap bahwa persalinan merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi ibu hamil karena pada akhirnya ia dapat memeluk janin yang sudah dinanti-nantikan selama 9 bulan lamanya. Akan tetapi siapa yang menyangka bahwa bagi beberapa ibu kebahagiaan tersebut dengan cepat berubah jadi keputusasaan dan perasaan depresi. Anda tentunya pernah mendengar atau justru merasa familiar dengan sindrom psikis pasca-kelahiran yang disebut dengan Baby Blues Syndrome, bukan? Simak ulasannya berikut ini, yuk.

Baby Blues Syndrome adalah sindrom pasca-persalinan yang cukup sering terjadi pada sebanyak 50% wanita. Sindrom ini umumnya terjadi dalam kurun waktu 2 minggu pasca melahirkan. Ibu yang menderita sindrom ini pada umumnya menunjukkan gejala-gejala emosional seperti labilnya emosi yang mengakibatkan ia sering marah dan tidak sabaran. Di lain waktu, ibu juga akan sangat mudah merasa mudah sedih dan menangis. Ibu juga sering mengeluh kelelahan dan sakit kepala. Selain itu, ia juga mengalami insomnia, dan tidak jarang ibu juga mengungkapkan perasaan bahwa ia merasa cemas dan minder tentang berbagai macam hal, terutama dalam hal merawat si kecil.
Hingga kini, para pakar kesehatan beranggapan bahwa ada 2 faktor penyebab dari baby blues syndrome ini. Faktor pertama adalah faktor hormonal yang pasti akan dialami oleh setiap ibu baik saat di masa awal kehamilan, masa akhir kehamilan, dan setelah persalinan. Setelah Bunda melahirkan, tubuh Anda akan kembali mengalami gejolak hormon. 2 hormon kewanitaan yaitu hormon progesteron, hormon estrogen, dan hormon-hormon lainnya mengalami penurunan secara drastis. Hal tersebut ternyata turut berdampak pada kondisi emosional Anda. Sehingga tidak mengherankan jika Anda menjadi lebih mudah tersinggung, mudah menangis, dan bahkan mengalami depresi.
Faktor kedua disebabkan oleh faktor psikis ibu yang tidak siap terhadap besarnya tanggung jawab dalam membesarkan anak. Hal tersebut sepertinya cukup sering terjadi, terutama karena minimnya pemahaman bahwa memiliki anak bukan merupakan bentuk investasi melainkan bentuk tanggung jawab besar yang harus Anda panggul seumur hidup Anda. Terutama ketika anak Anda masih berusia bayi dimana ia membutuhkan perhatian total dari Anda, dan tidak jarang waktu beristirahat Anda jadi berantakan untuk menjaga si kecil. Kurangnya istirahat ditambah lagi dengan rasa kecemasan yang menggelayuti Anda bisa memunculkan sindrom baby blues ini.
Solusinya? Hal pertama yang Anda lakukan dalam menghadapi Baby Blues Syndrome adalah mencari dukungan, terutama dukungan suami. Jika Anda tidak mendapatkan dukungan dari keluarga terdekat Anda, carilah dukungan dari grup ibu hamil dan menyusui, yang pasti banyak dari mereka pernah ada di posisi Anda saat ini. Sedangkan bagi Anda para suami yang tengah membaca artikel ini, kewajiban Anda tidak hanya sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah saja. Jangan lupakan peran Anda sebagai partner dari istri yang saat ini sedang membutuhkan pengertian dan dukungan dari Anda.

author
No Response

Leave a reply "Suami Wajib Baca! Ketahui Tentang Baby Blues Syndrome"