3 Hal yang Harus Dilakukan Saat Anak Berbohong

Hampir semua hal pertama yang dilakukan oleh anak Anda membuat Anda dan pasangan bangga. Saat ia makan MPASI untuk pertama kalinya, saat pertama kali ia belajar melafalkan kata “papa” dan “mama”, serta ketika ia menaiki tricycle pertamanya. Tapi ada satu hal yang membuat Anda terkejut dan bisa dibilang tidak bangga, yaitu ketika si kecil mengucapkan kebohongan pertamanya. Tidak ada orangtua yang mengehendaki anaknya jadi seorang pembohong, tapi ternyata ada banyak sekali alasan kenapa anak berbohong.

Fakta yang mengejutkan adalah, anak Anda sudah bisa mengarang cerita bohong sejak ia berusia 3 tahun. Hanya saja hampir semua kebohongan yang ia buat dapat langsung terbongkar. Alasannya adalah karena kosakata anak masih terbatas, dan ia juga masih belum bisa mengatur ekspresinya. Kemampuan berbohongnya semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia, dan di usia sekitar 8 tahun Anda akan makin kesulitan untuk mendeteksi kebohongannya. Bagaimana ya cara mengatasi anak berbohong?

Yang jelas marah-marah dan menceramahi anak tentang dosa berbohong tak bakal membuat si kecil kapok. Anak bakal terus melakukan kebohongan dengan cara itu, mostly karena dia belum sepenuhnya paham tentang konsep dosa. Dan semakin sering Anda memarahinya, semakin banyak juga kebohongan yang ia buat hanya untuk menghindari masalah atau agar Anda tidak merasa kecewa terhadapnya.

Lalu sebaiknya bagaimana? Bukannya menghukum kebohongan yang mereka lakukan, sebaiknya yang kita lakukan adalah lebih encourage anak untuk mengatakan kebenaran. Beberapa anak, terutama yang baru berusia 3-5 tahun berbohong karena mereka masih belum bisa membedakan antara dunia nyata dan dunia imajinasi.

• Jika sang anak sedang mengarang cerita tentang teman-teman imajinernya atau cerita fantasi lainnya, puji sang anak dengan mengatakan kata-kata seperti “Wah, bagus sekali ceritamu, Nak! Apalagi kalau kamu menulisnya dalam bentuk buku”. Dengan demikian Anda dapat terus mendukung kemampuannya berimajinasi tanpa membuatnya jadi seorang pembohong.

• Sebaliknya jika anak Anda baru saja melakukan kebohongan dan kemudian mengakuinya, jangan marahi dia. Ingat, anak Anda berbohong untuk menghindari amarah Anda atau membuat Anda kecewa. Dan pastinya sangatlah sulit bagi dia untuk melawan ketakutannya tersebut dan berkata jujur pada Anda. Hargai usahanya dengan mengatakan bahwa Anda menghargai kejujurannya. Dengan begitu anak Anda pun kehilangan motif utamanya untuk berbohong, dan berani untuk lebih jujur.

• Dan yang terakhir, selalu tekankan bahwa berbohong dapat mengakibatkan si kecil dijauhi oleh teman-temannya. Tentunya dengan cara yang lebih ringan dan gampang terserap oleh otak mudanya, seperti menceritakan cerita dengan kisah moral yang menunjukkan dampak berbohong.

Selamat mencoba, Moms. Semoga tips mengatasi anak berbohong di atas bisa membantu Anda dan si kecil.

author
No Response

Leave a reply "3 Hal yang Harus Dilakukan Saat Anak Berbohong"